
Kemenag ( MIN 1 Merangin) : Minggu pagi yang cerah, 4 Oktober 2026, halaman Kantor Kemenag Merangin berubah menjadi lautan semangat juang. Tepat pukul 07.30 WIB, seluruh peserta Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) utusan Kabupaten Merangin berkumpul dengan rapi. Mereka bersiap untuk berangkat bersama-sama menaklukkan Kota Jambi, membawa amanah besar mengharumkan nama Bumi Tali Undang Tambang Teliti di tingkat Provinsi.
Detik-detik pemberangkatan terasa begitu khidmat ketika Kepala Kantor Kemenag Merangin, Bapak H. Khusaini, S.Ag., MH., secara resmi melepas kontingen. Dengan suara tegas namun penuh kehangatan, beliau menyampaikan pesan mendalam agar para duta Merangin bertanding dengan jujur, menjaga adab sebagai santri madrasah, dan menjadikan ajang OMI sebagai ladang pembuktian bahwa madrasah itu hebat dan bermartabat.
Dari pantauan awak Humas MIN 1 Merangin, dua bintang utama madrasah, ananda Danendra dan Azalea, tampak paling bersinar pagi itu. Keduanya didampingi penuh oleh para srikandi pembina OMI MIN 1 Merangin yang setia, yakni Ibu Mirzah, S.Pd.I, Ibu Lini Marlina, S.Pd.I dan Ibu Misnawati, S.Pd.I. Sejak pagi buta, kedua pembina ini telah hadir, memastikan semua kebutuhan anak didiknya siap, dan menyatakan kesiapan total untuk mengantar serta mendampingi hingga ke Kota Jambi.
Ada kisah haru di balik keberangkatan ini. Sehari sebelum bertolak ke Kota Jambi, Danendra dan Azalea dengan penuh takzim mohon restu dan doa dari para guru MIN 1 Merangin. Mereka berkeliling menyalami satu per satu guru dengan menundukkan kepala. Para guru pun meneteskan air mata bangga, seraya memeluk erat dan mendoakan agar langkah keduanya dimudahkan untuk lolos hingga ke OMI Tingkat Nasional nantinya.
Kepala MIN 1 Merangin, Bapak M. Zaharil Fikri, M.Pd., yang turut hadir mengawal langsung, tak menyia-nyiakan momen bersejarah ini. Beliau dengan antusias mengajak para guru pembina OMI untuk berfoto bersama dengan Bapak Kasi Pendidikan Madrasah, Bapak Ulumuddin, SH., dan Kepala Kemenag Merangin, Bapak H. Khusaini, S.Ag, MH. Momen foto bersama itu menjadi simbol kuatnya sinergi dan dukungan pimpinan terhadap perjuangan para siswa.
Saat foto tersebut, terpancar optimisme yang luar biasa. Senyum lebar para pimpinan menjadi suntikan moril yang dahsyat bagi Danendra dan Azalea. Ini bukan sekadar foto dokumentasi, melainkan bukti nyata bahwa perjuangan mereka tidak sendirian, ada madrasah, ada Kemenag, dan ada doa ribuan masyarakat Merangin yang membersamai di setiap langkahnya.
Perjalanan ratusan kilometer ini adalah perjalanan harapan. Ujian sesungguhnya akan digelar pada 5 Oktober 2026, dimana Danendra dan Azalea akan beradu kecerdasan dengan putra-putri terbaik dari seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Jambi. Mental juara, ketenangan, dan ketelitian menjadi kunci utama yang telah ditempa oleh para pembinanya.
Mari sejenak kita tundukkan kepala, kirimkan doa terbaik untuk ananda Danendra dan Azalea. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dalam setiap soal yang dihadapi, menjaga kesehatannya, dan memantaskan mereka untuk membawa pulang medali kebanggaan menuju pentas Nasional. Selamat berjuang pahlawan madrasah, MIN 1 Merangin bangga padamu.(IR)
Kontributor Humasb - Irman
|
30x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...