
Kemenag ( MIN 1 Merangin) : Ketahuilah, Allah swt menjelaskan dalam alquran surah Al Mulk ayat 15 yang artinya Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu kembali (Qs.Al Muluk:15).
Ayat ini bukan sekadar info bahwa bumi mudah dijelajahi. Ada perintah halus dari Allah SWT: famsyuu fii manaa kibiha, maka berjalanlah, jelajahilah segala penjurunya. Ini isyarat bahwa traveling dan wisata adalah bagian dari sunnatullah. Manusia diperintahkan untuk tidak diam di satu titik, tapi bergerak, melihat, dan mengambil pelajaran.
Bumi Allah ini terbentang luas sebagai laboratorium terbesar. Gunung mengajarkan kebesaran, lautan mengajarkan keluasan rahmat, hutan mengajarkan rantai kehidupan. Saat kita traveling, mata kita membaca ayat-ayat kauniyah. Bukan cuma foto-foto, tapi akal dan iman ikut difoto oleh kebesaran ciptaanNya.
(Foto: bapak Saidi Muzakkir bersama Ibu Murniati menikmati Parenza Garden)
Wa kuluu mir rizqih, dan makanlah rezeki-Nya. Rezeki dalam ayat ini luas maknanya. Pemandangan indah itu rezeki mata. Udara segar pegunungan itu rezeki paru-paru. Ilmu dari budaya baru itu rezeki akal. Ketenangan hati saat melihat ciptaan Allah itu rezeki ruhani. Traveling adalah cara Allah mendistribusikan rezeki-Nya yang beragam.
Setiap langkah di bumi Allah seharusnya menambah keyakinan: Wa ilaihin-nusyuur, dan hanya kepadaNya kamu (kembali setelah) di bangkitkan. Ustadz Habib menjelaskan, Lihatlah air terjun, sepeti Air Tarjunsegerincing, air tarjun serintik hujan Paneh dan air tarjun lainnya. Dimana airnya yang deras, siapa yang mengaturnya tidak pernah berhenti. Lihatlah burung yang terbang, siapa yang menahannya di udara. Traveling yang benar akan membawa kita pulang dengan iman yang lebih tebal, bukan sekadar oleh-oleh.
Menjelajahi penjuru bumi artinya kita akan bertemu manusia dengan bahasa, warna kulit, dan adat berbeda. Inilah cara Allah mengajarkan kita QS. Al-Hujurat: 13, agar saling mengenal. Orang yang sering traveling biasanya lebih lapang dada, lebih toleran, dan lebih bersyukur. Sifat ini mahal harganya untuk seorang pendidik.
(Foto: Bapak Irman bersama keluarga)
Para ulama besar lahir dari rihlah ilmiyah. Imam Bukhari menjelajah 2 benua untuk mengumpulkan hadits. Ibnu Battuta mengitari dunia untuk mencatat keajaiban ciptaan Allah. Rasulullah sendiri melakukan Isra' Mi'raj, perjalanan terbesar sepanjang sejarah. Artinya, ilmu dan hikmah itu dijemput, bukan ditunggu di rumah.
Allah swt tutup ayat ini dengan peringatan, Wa ilaihin-nusyur. Sebebas apapun kita traveling, seindah apapun tempat wisata, ingatlah bahwa tiket pulang kita bukan ke rumah, tapi kepada Allah. Maka traveling seorang mukmin beda: dia berangkat dengan bismillah, di jalan banyak tasbih, dan pulang membawa istighfar dan syukur
Selaras dengan kajian ustadz Habib, Korbid.Humas MIN 1 Merangin, bapak Irman, S.Pd.I, rabu, 1 Juli 2026 menghimbau Bapak/Ibu guru hebat MIN 1 Merangin, agar memanfaatkan waktu libur semester ini. Mari kita jawab perintah famsy fi manakibiha, dengan cara yang cerdas dan berkah.
(Foto: Danau Pauh Yang Indah dengan Gunung masurainya)
Jangan biarkan waktu libur hanya habis di depan layar HP. Jadikan Merangin, Jambi, bahkan Nusantara ini sebagai ruang kelas tanpa dinding. Ajak keluarga ke Geopark Merangin yang fosilnya berusia 300 juta tahun, rasakan kebesaran Allah yang tertulis di batu. Datangi kebun teh Kayu Aro, ajarkan anak bahwa nikmatnya secangkir teh butuh proses panjang dan sabar.
Traveling itu bukan soal mahal atau jauh. Yang mahal adalah wawasan yang bertambah. Yang jauh adalah perubahan cara pandang kita terhadap alam dan hidup. Satu batu di sungai, satu daun di hutan, bisa jadi bahan cerita sains untuk anak didik kita semester depan.
Maka, Guru MIN 1 Merangin Wajib Piknik Berilmu, Isi ulang energi ruhani di alam, isi ulang ide mengajar dari kearifan lokal, dan isi ulang rasa syukur karena Allah masih beri kita nikmat sehat dan waktu luang.
Pulangnya nanti, kita bawa 3 oleh-oleh: badan yang segar, otak yang penuh ide, dan iman yang makin tegar. Karena guru yang sering jalan-jalan menatap ciptaan Allah, insyaAllah akan lebih ikhlas mengajar menatap masa depan umat. Selamat berlibur, semoga Barakah, selamat menjelajah. Barakallahu fikum.(Afdal)
Tim Humas MIN 1 Merangin
|
38x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...