
Kemenag (MIN 1 Merangin) : Transformasi digital di madrasah tidak cukup berhenti pada slogan. Ia harus hadir dalam cara kerja yang nyata, sederhana, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Semangat itulah yang melandasi hadirnya SIMAK MADRASAH (Sistem Informasi Monitoring Aktivitas dan Kegiatan Madrasah) di MIN 1 Merangin.
Bukan Sekadar Aplikasi, tetapi Perubahan Budaya Kerja
SIMAK MADRASAH dirancang sebagai instrumen monitoring aktivitas guru dan tenaga kependidikan agar pekerjaan harian tidak berhenti sebagai rutinitas yang sulit ditelusuri. Kehadiran, kegiatan, rekap, dan penilaian bulanan dihimpun dalam satu sistem yang dapat diakses melalui perangkat digital.
Gagasan ini berangkat dari kebutuhan yang sederhana tetapi penting: madrasah membutuhkan data yang rapi untuk melihat apa yang dikerjakan, kapan kegiatan dilakukan, serta bagaimana perkembangan aktivitas selama satu periode. Dengan sistem terpusat, proses pencatatan menjadi lebih mudah dan pimpinan memperoleh gambaran yang lebih terstruktur.
SIMAK MADRASAH juga membawa pesan yang lebih besar. Digitalisasi bukan semata-mata memindahkan pekerjaan dari kertas ke layar. Digitalisasi harus mendorong budaya kerja yang lebih tertib, transparan, akuntabel, dan berbasis data.
Fitur yang Dibangun untuk Kebutuhan Nyata Madrasah
Login multiuser untuk Kepala Madrasah, guru, dan tenaga kependidikan.
Pencatatan kehadiran harian.
Input aktivitas/kegiatan yang dilakukan.
Rekap dan penilaian bulanan secara otomatis.
Monitoring berdasarkan hari hadir, hari berkegiatan, dan jumlah kegiatan.
Periode bulanan yang dapat disimpan, ditutup, diarsipkan, dan dibuka kembali bila diperlukan.
Cetak rekap penilaian untuk kebutuhan dokumentasi.
Akses melalui laptop, tablet, maupun telepon pintar.
Penilaian Berbasis Data, Bukan Sekadar Perasaan
Dalam monitoring bulanan, SIMAK menggunakan komponen yang telah disepakati dalam sistem: kehadiran berbobot 30%, hari aktif berkegiatan 20%, dan jumlah kegiatan dibandingkan target berbobot 50%. Hasilnya menjadi bahan monitoring dan tindak lanjut internal. Sistem ini dimaksudkan sebagai alat bantu pengelolaan, bukan pengganti ketentuan penilaian resmi yang berlaku.
Kepala Madrasah: Teknologi Harus Mempermudah, Bukan Menambah Beban
Digitalisasi bukan sekadar mengikuti zaman. Yang lebih penting adalah menghadirkan tata kelola yang lebih tertib, transparan, dan berbasis data. SIMAK MADRASAH kami bangun agar teknologi benar-benar mempermudah pekerjaan dan memperkuat budaya kerja madrasah.
Menurut M. Zhaharil Fikri, S.Pd.I., M.Pd., Kepala MIN 1 Merangin, ukuran keberhasilan digitalisasi bukan seberapa rumit aplikasi yang dibuat, melainkan seberapa besar aplikasi tersebut membantu warga madrasah bekerja secara lebih tertib dan memudahkan pimpinan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tersedia.
Dari Pencatatan Menuju Akuntabilitas
Kehadiran SIMAK MADRASAH menegaskan bahwa administrasi madrasah perlu bergerak dari pola pencatatan yang tersebar menuju sistem informasi yang terintegrasi. Ketika aktivitas tercatat secara konsisten, data dapat menjadi bahan evaluasi, bukan sekadar arsip.
Pada akhirnya, aplikasi hanyalah alat. Nilai sesungguhnya terletak pada budaya yang dibangun oleh orang-orang yang menggunakannya: disiplin dalam mencatat, jujur dalam melaporkan, terbuka terhadap evaluasi, dan bersedia memperbaiki kekurangan.
MIN 1 Merangin memilih untuk memulai dari kebutuhan yang nyata dan membuat sistem yang sederhana. Langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar menuju madrasah yang modern dalam tata kelola, kuat dalam akuntabilitas, dan tetap berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan. (Tim Humas)
SIMAK MADRASAH
Kerja Tercatat Kinerja Terlihat Madrasah Lebih Tertata
Sumber : Https://fikrilasal.Blogspot.com
|
248x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...