
Merangin, Humas MIN 1 Merangin: Halaman MIN 1 Merangin pagi ini berbeda. Jika kemarin langit terasa sendu melepas kepergian Bapak Saidi Muzakkir, S.Pd.I hari ini mentari seolah datang membawa kabar baru. Selasa, 28 April 2026, langkah-langkah penuh harap menyambut sosok yang namanya sudah lama harum di telinga pendidik Merangin. Beliau bukan orang asing. Beliau adalah Cikgu Fikri, yaitu bapak M. Zhaharil Fikri, S.Pd.I, M.Pd.I, yang kini resmi menakhodai bahtera Minsamer.
Gelar Magister Pendidikan Islam yang Bapak sandang dari Pascasarjana IAIN Kerinci tahun 2023 bukan sekadar hiasan di papan nama. Itu adalah bukti perjalanan panjang menimba ilmu, bukti bahwa kepemimpinan Bapak dibangun di atas fondasi keilmuan yang matang. Rekan sejawat tahu persis bagaimana Bapak menuntaskan tesis sambil tetap mengajar, rapat, dan membina siswa. Ketekunan itu yang kini kami nantikan hadir di setiap sudut madrasah.
Sebelum amanah ini tiba di pundak Bapak, jejak prestasi Bapak sudah lebih dulu sampai ke MIN 1 Merangin. Sebagai Kepala MTsN 6 Merangin, Bapak dinobatkan menjadi salah satu Kepala MTsN Berprestasi Kabupaten Merangin tahun 2025. Predikat itu tidak datang dari ruang ber-AC, melainkan dari lapangan, dari ruang kelas yang Bapak kunjungi tanpa pemberitahuan, dari program literasi digital yang Bapak gagas di MTsN 6 Merangin, dari kedisiplinan yang Bapak contohkan sebelum Bapak tuntut.
Bapak adalah pekerja keras. Kata itu terlalu sering diucapkan, tapi pada diri Bapak ia menjelma nyata. Subuh masih gelap Bapak sudah membalas pesan guru, malam larut Bapak masih memeriksa laporan guru guru. Tegas bukan berarti galak. Bapak tegas pada prinsip, namun lembut pada manusia. Pemberani bukan berarti tanpa takut. Bapak berani mengambil keputusan sulit demi maslahat madrasah, meski resikonya terkadang Bapak pikul sendiri.
Kami masih ingat saat Bapak masih menjadi guru di Minsamer. Ruang kelas Bapak selalu hidup. Bapak bawa laptop tua, proyektor pinjaman, dan semangat yang tak pernah padam. Dari ruang itulah Bapak dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Kelompok Kerja Guru MI se-Kabupaten Merangin dari 2018 hingga 2022. Empat tahun Bapak merajut jaringan, menyatukan guru-guru madrasah ibtidaiyah yang terpencar di pelosok Merangin agar punya suara yang sama: yaitu Mutu Madrasah.
Terobosan Bapak tidak berhenti di meja rapat. Bapak hubungi tutor hebat dari Provinsi Jambi, Bapak buka pelatihan penyusunan modul ajar, Bapak latih guru membuat media berbasis kearifan lokal. Pelatihan Literasi Numerasi, Dampaknya terasa sampai hari ini. Banyak guru Minsamer yang dulu canggung di depan laptop, kini lancar mendesain asesmen digital. Itu warisan Bapak, jauh sebelum Bapak kembali ke rumah ini sebagai kepala.
Bapak juga langganan mengisi forum tingkat provinsi dan nasional. Dari pelatihan implementasi Kurikulum Merdeka hingga workshop Kurikulum Merdeka, nama bapak M. Zhaharil Fikri kerap tercantum sebagai tutor. Pengalaman itu mahal. Artinya Bapak pulang ke MIN 1 Merangin dengan koper penuh jejaring, penuh metode baru, penuh cara pandang yang sudah diuji di banyak panggung.
Kini harapan itu kami titipkan. Warisan Akreditasi A Unggul yang ditinggalkan Bapak Saidi Muzakkir bukan beban, melainkan pijakan. Kami tahu Bapak tidak datang untuk mengulang, tapi untuk melangkah lebih jauh. Ide-ide cerdas Bapak kami tunggu. Apakah itu penguatan Tahfiz Juz 30 berbasis teknologi, Madrasah ramah anak, atau Pustaka Ashabul Kahfi berbasis Digital, Kantin Kejujuran dan Kantin Halal bersertifikat, Toserba Koperasi Minsamer, Pemberdayaan PPPK dengan baik, tentu perlu dukungan serta kami siap bergerak bersama.
Disiplin yang Bapak bawa bukanlah disiplin yang kaku. Bapak pernah berkata bahwa disiplin terbaik adalah ketika guru datang tepat waktu bukan karena takut absen, tetapi karena rindu menyapa murid. Kami percaya, di tangan Bapak, budaya itu akan tumbuh. Budaya malu datang terlambat, budaya bangga pulang paling akhir demi menyiapkan kelas esok hari. Budaya saling mengingatkan, budaya tanpa ada perbedaan dan tanpa ada gesekan diantara guru Minsamer.
Tantangan di depan mata tidak kecil. Era digital menuntut madrasah ibtidaiyah tidak hanya pandai mengaji, tetapi juga cakap bernalar dan berakhlak di dunia maya. Kami yakin pengalaman Bapak mendatangkan tutor, merancang pelatihan, dan membangun KKG adalah bekal untuk meramu kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Kementerian agama yang seimbang antara ilmu, iman, dan inovasi.
Anak-anak Minsamer hari ini menunggu kehadiran Bapak dengan mata berbinar. Mereka mungkin belum paham apa itu RPJM atau EDM, tetapi mereka paham senyum. Dan senyum Bapak hari ini saat menyalami mereka satu per satu adalah bahasa universal bahwa Bapak hadir bukan sebagai atasan, melainkan sebagai ayah, sebagai guru, sebagai penjaga mimpi mereka.
Para guru pun meneguhkan niat. Jika dulu Bapak adalah rekan yang duduk semeja saat menyusun soal, kini Bapak adalah pemimpin yang akan mengarahkan layar. Namun kami tak canggung. Sebab Bapak tahu betul denyut nadi ruang kelas, tahu kapan guru butuh ditegur dan kapan butuh dirangkul. Kombinasi ketegasan dan empati itulah yang membuat kami optimis.
Capaian Bapak Saidi Muzakkir, S.Pd.I selama enam tahun adalah fondasi yang kokoh. Gedung yang rapi, guru yang solid, siswa yang berprestasi, Akreditasi yang paripurna. Di atas fondasi itu, Cikgu Fikri, kami menaruh harapan agar Bapak membangun menara yang lebih tinggi. Menara prestasi Akademik, menara karakter, menara pengabdian pada masyarakat Merangin.
Selamat datang kembali ke rumah, wahai Cikgu Fikri. Kursi kepala madrasah ini memang baru Bapak duduki, tetapi hatimu sudah lama bertaut di sini. Biarlah sejarah mencatat, 28 April 2026 adalah hari ketika Minsamer menyalakan obor baru. Semoga Allah beri Bapak kesehatan, kelapangan dada, dan kekuatan untuk menjaga amanah. (IR)
|
42x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...