
Kemenag ( MIN 1 Merangin) : Semangat untuk mengharumkan nama madrasah di ajang Kompetisi Olahraga Madrasah Pentas Seni / KOMPAS 2026 terus dikobarkan di MIN 1 Merangin. Setelah sukses melaksanakan seleksi hari pertama, kini kegiatan seleksi peserta lomba Solosong Lagu Daerah Jambi memasuki hari ke-2 pada Selasa, 15 September 2026. Kegiatan ini dipusatkan di Ruang Guru madrasah dan diikuti oleh seluruh siswa kelas 5 yang lolos tahap awal.
Berbeda dengan hari pertama yang lebih kepada penjaringan awal, seleksi hari kedua ini memiliki fokus yang lebih teknis. Fokus utama penilaian pada hari ini adalah INTONASI SUARA. Peyeleksi yang juga pembina ingin memastikan setiap peserta mampu melantunkan lagu daerah dengan nada yang tepat, tidak falas, dan sesuai dengan kaidah bernyanyi yang baik. Hal ini penting karena lomba solosong di KOMPAS nanti akan dinilai sangat ketat dari segi teknik vokal.
Kegiatan dimulai dengan pengarahan singkat dari pembina, kemudian peserta dipanggil satu per satu untuk tampil di depan mikrofon. Suasana Ruang Guru yang dihiasi karpet merah dan meja guru menambah kekhidmatan acara. Terlihat jelas spanduk Kementerian Agama Republik Indonesia di belakang meja Bapak Muhammad Ridwan, S.Pd.I , mengingatkan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari program resmi madrasah di bawah naungan Kemenag. Para siswa tampil dengan penuh percaya diri, sementara peserta lain menunggu giliran dengan tertib sambil menyimak dan belajar dari teman yang tampil.
Penilaian dilakukan secara objektif oleh Pembina sekaligus penyeleksi madrasah yang dipimpin oleh para guru senior. Setiap penampilan dicatat kekurangannya oleh bapak Ridwan, terutama pada bagian penempatan nada tinggi, nada rendah, dan pernapasan. Selaku penyeleksi bapak Ridwan memberikan masukan langsung setelah setiap peserta tampil. "Intonasi itu jiwa dari sebuah lagu. Kalau nadanya pas, maka lagu daerah Jambi akan terdengar lebih hidup dan menyentuh hati," ujar salah bapak Ridwan saat memberikan evaluasi.
Meskipun dinilai lebih sulit, para siswa kelas 5 justru terlihat semakin semangat. Mereka sadar bahwa untuk bisa mewakili MIN 1 Merangin di MI Darussaadah Desa Rejosari, Kecamatan Pamenang tanggal 26 September 2026, mereka harus berlatih ekstra. Beberapa siswa bahkan rela mengulang-ulang lagu di rumah agar intonasinya semakin bagus. Semangat inilah yang menjadi modal utama madrasah untuk meraih prestasi di KOMPAS nanti.
Kegiatan seleksi dengan fokus intonasi ini memiliki makna yang sangat penting. Selain untuk memilih peserta terbaik, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi seluruh siswa tentang seni vokal yang benar. Melalui proses ini, siswa belajar tentang disiplin, kerja keras, dan menghargai budaya sendiri melalui lagu daerah. Diharapkan dari rahim seleksi ini lahir seorang duta seni yang tidak hanya bisa bernyanyi, tetapi juga menjadi duta budaya Jambi.
Dengan selesainya seleksi hari ke-2 ini, pihak madrasah akan segera menetapkan peserta yang akan mewakili MIN 1 Merangin di ajang KOMPAS. Kepala Madrasah dan seluruh dewan guru berharap, hasil dari proses seleksi yang ketat ini dapat melahirkan prestasi terbaik. "Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh orang tua dan masyarakat agar anak-anak kita bisa tampil maksimal dan membawa pulang juara," tutup pihak madrasah. (AM)
Kontributor Humas - Ade Murja
|
104x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...