
KEMENAG (MIN 1 Merangin) : Langkah pertama di tahun baru Islam bukan sekadar mengganti angka di kalender. Bagi Ketua Tim Penjamin Mutu MIN 1 Merangin, Ustadz Jalil, S.Pd.I, Muharram adalah ruang jeda yang Allah hadirkan agar kita menunduk, menoleh ke belakang, lalu melangkah lebih lurus ke depan. Muharram bukan pesta kembang api, Muharram adalah pesta introspeksi, ucapnya mengawali pesan untuk seluruh keluarga besar Minsamer.
Sebagai Ketua TPM, Ustadz Jalil mengajak segenap guru, pegawai, siswa, hingga wali murid menjadikan momentum 1 Muharram 1448 H sebagai sarana muhasabah yang jujur. Muhasabah bukan untuk menyalahkan diri, tapi untuk memetakan: mana amal yang harus dipertahankan, mana kebiasaan yang harus ditinggalkan. Tahun baru itu cermin. Kita lihat capaian 1447 H bukan untuk menyesal, tapi untuk berbenah, tegasnya.
(Foto: Ketua Tim Penjamin Mutu Madrasah bersama Korbid.Humas)
Dengan hadirnya tahun baru, evaluasi jadi kata kunci. Sudah berapa banyak target madrasah yang tercapai? Sudah seberapa jauh akhlak kita bertumbuh? Sudah seberapa konsisten kita menepati janji kecil kepada siswa dan sesama guru? Pertanyaan-pertanyaan itu, kata Ustadz Jalil, jauh lebih berharga daripada sekadar resolusi indah di atas kertas. Karena madrasah yang hebat lahir dari orang-orang yang berani jujur pada dirinya sendiri.
Beliau mengingatkan agar kelalaian di tahun 1447 H tidak diulang di 1448 H. Shalat yang sering tertunda, amanah yang setengah hati, silaturahmi yang renggang, dan kata-kata yang melukai, semua bisa jadi catatan merah tahun lalu. Tutup buku 1447 H dengan istighfar. Buka buku 1448 H dengan Bismillah, pesannya ringkas tapi menohok hati.

Tahun 1448 H harus jadi harapan baru yang lebih baik dari sebelumnya. Harapan bukan angan, tapi kerja. Ustadz Jalil mengajak semua warga Minsamer melangkah serentak: guru mengajar dengan hati, pegawai melayani dengan senyum, siswa belajar dengan adab, wali murid mendukung dengan doa. Kalau semua bergerak ke arah yang sama, InsyaAllah madrasah ini akan naik kelas, bukan hanya di rapor, tapi juga di mata Allah, ujarnya optimis.
Agar langkah itu ringan, Ustadz Jalil menghidupkan lagi falsafah adat Merangin, Tudung Manudung Bak Daun Sirih. Artinya saling melengkapi, saling menutup kekurangan, saling menguatkan. Guru menudungi kekurangan siswa, siswa menudungi kelelahan guru dengan adab, pegawai menudungi kerumitan administrasi agar KBM berjalan lancar. Tidak ada yang paling hebat sendiri. Hebat itu kalau kita kompak bahu membahu, ungkapnya.
Menutup ajakannya, Ketua TPM berpesan agar 1448 H diisi dengan 3 hal, lebih banyak istighfar, lebih banyak syukur, lebih banyak kerja nyata. Muharram mengajari kita bahwa hijrah dimulai dari dalam diri. Jika setiap orang di MIN 1 Merangin mau berbenah satu persen setiap hari, maka dalam setahun madrasah ini akan menjadi versi terbaik dari dirinya. Mari kita saling membantu, saling kompak. Karena kemajuan madrasah adalah kemajuan kita bersama, pungkas Ustadz Jalil. (IR)
Kontributor: Humas MIN 1 Merangin - Irman, S.Pd.I
#Kemenag
#KanwilKemenag
#MIN1Merangin
Media Madrasah, Terdepan & Terpecaya.
|
49x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...