Selamat Datang di Website Resmi MIN 1 Merangin # Mohon Doa dan Dukungannya, Pembangunan Musholla Al Ikhlas MIN 1 Merangin. # Penerimaan Murid Baru Madrasah dibuka mulai 1 - 31 Mei 2026 # MOHON DOA DAN DUKUNGAN PEMBANGUNAN MUSHOLLA AL IKHLAS MIN 1 MERANGIN # MIN 1 MERANGIN, MENCETAK GENERASI ISLAMI BERWAWASAN LUAS, DAN MENUJU GENERASI EMAS INDONESIA # Panduan Pendaftaran Peserta Didik Baru Online Tahun Pelajaran 2025/2026, Klik: Pengumung/Info Penting, di bawah!
Diposting Pada: Minggu, 13 September 2026

Ketika 31 Rombel Harus Berbagi 19 Ruang, Saatnya Kita Bergerak Bersama.

Ketika 31 Rombel Harus Berbagi 19 Ruang, Saatnya Kita Bergerak Bersama.

Oleh: M. Zhaharil Fikri, S.Pd.I., M.Pd.

Kemenag (MIN 1 Merangin) : Ada sebuah cerita tentang pendidikan di MIN 1 Merangin yang mungkin belum banyak diketahui masyarakat.

Setiap pagi, puluhan guru datang membawa semangat untuk mendidik.
Ratusan anak datang membawa cita-cita.
Ada yang ingin menjadi guru.
Ada yang ingin menjadi dokter.
Ada yang ingin menjadi polisi.
Ada yang ingin menjadi pengusaha.
Ada yang mungkin suatu hari nanti menjadi pemimpin daerah.

Mereka datang dengan satu harapan sederhana:
ingin belajar dengan nyaman.
Namun di balik semangat itu, ada satu persoalan yang sampai hari ini masih menjadi tantangan besar.
MIN 1 Merangin memiliki 31 rombongan belajar, tetapi hanya memiliki 19 ruang kelas.
Ada 12 ruang kelas yang masih kami butuhkan.

Dan karena keterbatasan tersebut, madrasah harus menerapkan sistem yang kami sebut moping, yaitu penggunaan satu ruang kelas secara bergantian oleh dua rombongan belajar.
Ketika Kelas 1 selesai, ruang tersebut digunakan Kelas 3.
Ketika Kelas 2 selesai, ruang tersebut digunakan Kelas 4.
Begitu seterusnya.

Bukan karena kami menginginkan kondisi seperti ini.
Tetapi karena kami tidak ingin satu pun anak kehilangan kesempatan untuk belajar.
KAMI TIDAK MENGELUH. KAMI SEDANG BERCERITA.
Tulisan ini bukan untuk menyalahkan siapa pun.

Bukan untuk mencari siapa yang harus bertanggung jawab.
Dan bukan pula untuk mengatakan bahwa MIN 1 Merangin tidak mampu mengelola keterbatasan.
Justru sebaliknya.
Selama ini para guru telah berusaha.
Jadwal diatur.

Ruang dimanfaatkan secara maksimal.
Pembelajaran disesuaikan.
Semua dilakukan agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.
Tetapi ada saatnya kita harus berani mengatakan:
Kami membutuhkan bantuan.
Karena ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan semangat.
Ada kebutuhan yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengatur jadwal.
Ada kekurangan yang tidak bisa ditutup hanya dengan kreativitas.
Kami membutuhkan ruang kelas.

BAYANGKAN JIKA ANAK ANDA ADA DI SANA
Mari kita berhenti sejenak.
Bayangkan anak kita sendiri berada di salah satu dari 31 rombel tersebut.
Ia datang pagi-pagi dengan seragam rapi.
Membawa tas.
Membawa buku.
Membawa bekal.

Di dalam pikirannya ada keinginan untuk belajar dan bermain bersama teman-temannya.
Tetapi ruang yang seharusnya menjadi tempat belajarnya harus digunakan secara bergantian karena keterbatasan ruang.
Tentu kita ingin memberikan yang lebih baik kepada mereka. Bukan kemewahan. Bukan gedung yang megah. Hanya sebuah ruang kelas yang layak. Tempat anak-anak bisa duduk, belajar, bertanya, membaca, menulis, berdiskusi, dan bermimpi.

12 RUANG KELAS BUKAN SEKADAR 12 BANGUNAN
Ketika kita mengatakan membutuhkan 12 ruang kelas, jangan bayangkan hanya beton, semen, pintu, jendela, dan atap.
Di balik satu ruang kelas ada puluhan anak. Di balik satu ruang kelas ada seorang guru. Di balik satu ruang kelas ada ribuan jam pembelajaran. Di balik satu ruang kelas ada cita-cita. Dan di balik cita-cita itu ada masa depan. Karena itu, membangun satu ruang kelas berarti ikut membangun masa depan anak-anak.

Mungkin kita tidak bisa membangun sekolah yang besar.
Tetapi kita bisa ikut membangun satu ruang. Mungkin kita tidak mampu menyelesaikan seluruh kebutuhan. Tetapi kita bisa ikut menyelesaikan sebagian. Dan terkadang, perubahan besar memang dimulai dari kontribusi kecil yang dilakukan bersama-sama.

JANGAN MENUNGGU ADA ORANG LAIN YANG BERGERAK
Sering kali kita berpikir:
Nanti pasti ada bantuan.
Kemudian orang lain berpikir hal yang sama. Akhirnya semua menunggu. Sementara anak-anak terus belajar dalam keterbatasan. Karena itu, mungkin sekarang saatnya kita mengubah pertanyaan.
Bukan: Siapa yang akan membangun ruang kelas ini

Tetapi:
Apa yang bisa saya lakukan untuk ikut mewujudkannya, Ada yang bisa membantu melalui dana. Ada yang bisa membantu melalui material. Ada yang bisa membantu melalui tenaga. Ada yang bisa membantu melalui jaringan dan kemitraan. Ada yang bisa membantu dengan menyampaikan informasi ini kepada orang lain. Dan ada yang mungkin hanya mampu mendoakan. Semuanya berarti.

SATU KEPING KEBAIKAN...
Jangan pernah menganggap bantuan kecil tidak berarti.

Satu sak semen. Satu batang besi. Satu truk pasir. Satu pintu. Satu jendela. Satu meja. Satu kursi. Atau sejumlah dana yang kita sisihkan dengan ikhlas. Jika dilakukan bersama-sama, kontribusi kecil tersebut dapat berubah menjadi sesuatu yang besar. Bayangkan jika alumni bergerak. Orang tua bergerak. Guru bergerak.Komite bergerak. Tokoh masyarakat bergerak. Dunia usaha bergerak. Para perantau asal Merangin bergerak. Masyarakat luas bergerak.

12 ruang kelas yang hari ini terasa berat mungkin tidak lagi menjadi sesuatu yang mustahil.

INILAH SAATNYA GORO PENDIDIKAN
Dahulu orang tua kita membangun fasilitas pendidikan dengan gotong royong. Ada yang menyumbang tenaga. Ada yang membawa kayu. Ada yang membawa pasir. Ada yang menyumbang makanan untuk pekerja. Ada yang menyumbang uang.
Tidak semuanya kaya. Tetapi mereka memiliki satu kesamaan, mereka peduli terhadap pendidikan anak-anak. Semangat seperti itulah yang ingin kita hidupkan kembali.

Bukan karena madrasah tidak memiliki pemerintah. Bukan karena negara tidak memiliki tanggung jawab. Tetapi karena pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama. Dukungan masyarakat merupakan bentuk kepedulian sosial dan gotong royong, tentu dengan mekanisme yang transparan serta sesuai ketentuan yang berlaku.

KEPADA PARA ALUMNI
Mungkin dulu Anda pernah duduk di ruang kelas madrasah ini. Mungkin di tempat inilah Anda pertama kali belajar membaca. Mungkin di sinilah seorang guru mengajarkan Anda menulis. Mungkin di sinilah Anda pertama kali menghafal ayat Al-Qur'an. Hari ini Anda mungkin sudah bekerja. Sudah sukses. Sudah memiliki usaha. Sudah berada jauh dari Merangin. Atau mungkin Anda masih berjuang. Mari Bergerak Bersama menuju madrasah yang lebih baik. (Red)
Tim Humas Madrasah
Sumber :Http//fikrilasal. Blogspot.com/2026/12 ruangkelas yang kami impikan.

 


105x
Dibaca
.

Berita Lainnya:

  1. RAPAT AWAL TAHUN AJARAN 2024-2025, MIN 1 MERANGIN BERJALAN LANCAR. 833x dibaca
  2. Guru PAI MIN 1 Merangin Hadiri Acara Adat Dusun Bangko 96x dibaca
  3. Duduk di Pendopo, Siswa Kelas 1 MIN 1 Merangin Nikmati Suasana Sejuk Sebelum BEL Masuk 52x dibaca
  4. Minsamer Pertahankan Akreditasi A Unggul Tahun 2026 126x dibaca
  5. Wali Kelas Enam, Mulai Pasang Poto Ijazah. 183x dibaca

Go Back To Home

Jadwal Sholat

Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya

Memuat tanggal...

Imsak--:--
Subuh--:--
Terbit--:--
Dhuha--:--
Dzuhur--:--
Ashar--:--
Maghrib--:--
Isya--:--

Peta Lokasi MIN 1 Merangin

Mars Madrasah