
Merangin, Humas Minsamer: Senin pagi, tanggal 1 Juni 2026 Langit cerah menyambut pagi yang penuh makna di Kota Bangko. Dengan semangat kebangsaan yang menggelora, Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Merangin Bapak M. Zhaharil Fikri, M.Pd bersama jajaran guru dan tenaga kependidikan turut hadir mengikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar khidmat di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Merangin. Gemuruh langkah kaki peserta upacara berpadu dengan kicau burung di pepohonan, menciptakan suasana sakral yang mengingatkan kembali pada nilai-nilai luhur dasar negara yang lahir 1 Juni 1945 silam.
Upacara yang dimulai tepat pukul 07.30 WIB ini diikuti seluruh ASN, kepala madrasah se-Kabupaten Merangin, para pengawas madrasah, serta perwakilan guru dari berbagai satuan pendidikan. Barisan rapi para peserta menjadi pemandangan yang menyejukkan mata, mencerminkan kedisiplinan dan rasa cinta tanah air yang sudah mendarah daging. Kehadiran Bapak M. Zhaharil Fikri bersama guru-guru MIN 1 Merangin menjadi bukti nyata komitmen madrasah dalam menanamkan nilai Pancasila tidak hanya di ruang kelas, tapi juga dalam setiap denyut pengabdian sebagai pendidik dan pelayan masyarakat.
Bertindak selaku inspektur upacara adalah Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Merangin Bapak H. Khusaini, MH yang tampil berwibawa dalam balutan seragam lengkap. Dengan suara lantang dan penuh penghayatan, beliau membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila yang menegaskan kembali urgensi Pancasila sebagai bintang penuntun bangsa di tengah derasnya arus globalisasi dan dinamika zaman. Setiap kalimat yang dilantunkan seolah menampar kesadaran, mengingatkan bahwa Pancasila bukan sekadar hafalan, melainkan pedoman hidup yang harus diamalkan setiap hari oleh seluruh anak bangsa.
Dalam amanatnya, Bapak H. Khusaini, MH mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Pancasila sebagai kompas moral dalam bekerja, mengajar, dan mengabdi. Beliau menekankan bahwa guru dan tenaga pendidik memiliki peran strategis sebagai benteng terakhir penanaman nilai gotong royong, toleransi, dan persatuan. Pancasila harus hidup di kelas, di ruang guru, di setiap keputusan kita. Jika guru kuat Pancasilanya, maka murid akan tumbuh menjadi generasi yang berkarakter dan cinta NKRI, tegas beliau yang disambut anggukan penuh semangat dari seluruh barisan peserta upacara.
Suasana haru terasa saat pengibaran Sang Merah Putih berlangsung. Bendera berkibar gagah diterpa angin pagi, diiringi lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan dengan lantang oleh seluruh peserta. Momen itu menjadi pengingat bahwa kemerdekaan dan persatuan yang kita nikmati hari ini adalah hasil perjuangan para pendahulu. Bagi Bapak M. Zhaharil Fikri, pengibaran bendera bukan sekadar seremoni, melainkan janji setia untuk terus mendidik siswa MIN 1 Merangin menjadi insan yang religius, nasionalis, dan berakhlak mulia sesuai nilai-nilai Pancasila.
Usai upacara, para kepala madrasah dan pengawas madrasah berkumpul dalam suasana kekeluargaan. Diskusi ringan tentang penguatan moderasi beragama dan implementasi nilai Pancasila di madrasah mewarnai obrolan mereka. Bapak M. Zhaharil Fikri menyampaikan bahwa MIN 1 Merangin akan terus menguatkan program pembiasaan seperti doa bersama, literasi Pancasila, dan kegiatan sosial yang menumbuhkan empati siswa. Madrasah hebat, madrasah bermartabat, hanya bisa lahir dari guru yang hatinya terpaut pada Pancasila, ujarnya dengan mata berbinar penuh optimisme.
Perayaan Hari Lahir Pancasila tahun ini terasa lebih istimewa karena bertepatan dengan semangat baru ASN Kemenag dalam membangun zona integritas dan pelayanan prima. Para guru MIN 1 Merangin yang hadir mengaku mendapat energi baru untuk kembali ke kelas dengan semangat yang lebih segar. Mereka sepakat bahwa guru bukan hanya pengajar mata pelajaran, tapi juga teladan nilai kebangsaan. Dengan langit Bangko yang cerah sebagai saksi, semangat Pancasila seolah kembali dinyalakan, menuntun langkah pendidikan madrasah menuju masa depan yang lebih cerah.
Upacara ditutup dengan pembacaan doa dan foto bersama seluruh peserta. Raut wajah bahagia dan rasa bangga terpancar dari Bapak M. Zhaharil Fikri bersama guru-guru MIN 1 Merangin yang berdiri tegak di bawah bendera Merah Putih. Mereka pulang membawa pesan yang sama: Pancasila adalah rumah besar kita semua. Selama nilai-nilainya dirawat dan diamalkan, maka Indonesia akan tetap berdiri kokoh, dari Sabang sampai Merauke, dari generasi ke generasi, dengan madrasah sebagai salah satu benteng utamanya. (IR)
|
31x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...