
KEMENAG, MIN 1 MERANGIN: Suasana halaman MIN 1 Merangin pada peringatan HUT RI Ke-81 Tahun 2026 berubah menjadi lautan keceriaan. Sorak sorai, tepuk tangan, dan tawa lepas menggema dari pagi hingga siang. Penyebabnya adalah pelaksanaan dua lomba paling ikonik dan paling dinanti oleh siswa, yaitu Lomba Makan Kerupuk dan Lomba Bawa Kelereng Dalam Sendok. Kedua lomba ini berhasil menghidupkan semangat kemerdekaan dengan cara yang paling sederhana namun paling membekas di hati anak-anak.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian "Lomba Siswa Ceria" yang diadakan oleh madrasah setiap tahun. Tujuannya tidak hanya untuk memeriahkan hari kemerdekaan, tetapi juga untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan, sportivitas, disiplin, dan kebersamaan kepada siswa sejak usia dini. Melalui permainan tradisional, anak-anak diajak untuk merasakan kembali semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.
Lomba Makan Kerupuk menjadi magnet pertama yang menarik perhatian. Kerupuk digantung berjajar di atas tali, dan para peserta harus berusaha menghabiskannya tanpa menggunakan tangan. Adegan siswa yang melompat-lompat, wajah yang belepotan remah kerupuk, hingga ekspresi kocak saat berusaha menggigit, membuat seluruh penonton tertawa terbahak-bahak. Lomba ini mengajarkan keberanian, kecepatan, dan yang terpenting adalah tidak mudah menyerah.
Tidak kalah seru, Lomba Bawa Kelereng Dalam Sendok juga menyita perhatian. Peserta diwajibkan berjalan estafet sambil menyeimbangkan kelereng di atas sendok yang digigit. Tantangannya besar karena sedikit saja goyah, kelereng akan jatuh dan peserta harus mengulang dari awal. Lomba ini secara tidak langsung melatih konsentrasi, kesabaran, dan kekompakan tim. Dukungan dari teman sekelas yang meneriakkan yel-yel membuat suasana semakin hidup.
Di balik kelancaran kedua lomba tersebut, ada peran besar dari tim panitia yang bekerja dengan penuh semangat. Bapak Muhammad Said, S.Pd.I dan Ibu Yunyun Yuningsih, S.Ag serta Ibu Robima, S.Pd.I dan Bapak Suhendri, S.Pd ditunjuk sebagai penanggung jawab lomba. Keempat guru ini terlihat sangat aktif, mulai dari mempersiapkan peralatan, mengatur barisan peserta, menjadi juri, hingga ikut menyemangati anak-anak di pinggir lapangan.
Bapak Muhammad Said, S.Pd.I menyampaikan bahwa pemilihan lomba ini bukan tanpa alasan. "Kami sengaja memilih lomba-lomba tradisional seperti makan kerupuk dan bawa kelereng. Selain murah dan mudah, lomba ini sarat nilai. Anak-anak belajar fokus, belajar sabar, dan belajar menghargai proses. Di tengah gempuran gadget, mereka jadi ingat lagi permainan yang menyenangkan dan menyehatkan," ungkap beliau di sela-sela kegiatan.
Sementara itu, Ibu Yunyun Yuningsih, S.Ag menambahkan bahwa melihat semangat siswa adalah kebahagiaan tersendiri bagi para guru. "Walaupun panas-panasan, tidak ada satupun anak yang mengeluh. Semua ingin ikut dan ingin menang. Ini menunjukkan bahwa jiwa semangat 45 masih ada di anak-anak kita. Tugas kitalah untuk terus memfasilitasinya," tutur beliau dengan senyum bangga.
Para wali murid yang hadir juga tampak sangat antusias. Mereka duduk di pinggir lapangan, mengabadikan momen, dan tidak henti-hentinya memberikan dukungan. Banyak dari mereka yang bernostalgia, karena dulu juga pernah mengikuti lomba yang sama saat masih sekolah. Momen ini menjadi jembatan yang mempererat hubungan antara madrasah, siswa, dan orang tua dalam satu semangat: merayakan kemerdekaan.
Peringatan HUT RI Ke-81 di MIN 1 Merangin melalui lomba ini membuktikan bahwa mengisi kemerdekaan tidak harus dengan hal yang besar dan mewah. Cukup dengan tawa, kebersamaan, dan permainan sederhana, nilai-nilai luhur bangsa bisa ditanamkan. Semoga semangat "Bersatu Berdaulat Rakyat Sejahtera Indonesia Maju" terus hidup di dada anak-anak MIN 1 Merangin. Dirgahayu Republik Indonesia! Terus Maju Untuk Indonesia Maju.(IR)
Tim Humas - Madrasah
#Kemenag
#Kanwilkemenagjambi
#Kantorkemenagmerangin
#MIN1Merangin
|
406x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...