
Kemenag ( MIN 1 Merangin) : Suasana berbeda tampak di Pustaka Ashabul Kahfi MIN 1 Merangin pada Kamis, 6 Agustus 2026. Sejak pagi, para siswa dari berbagai kelas tampak hilir mudik memasuki ruangan perpustakaan dengan raut wajah ceria. Mereka tidak hanya datang untuk meminjam buku, tetapi juga duduk bersama di meja baca, membuka lembaran demi lembaran buku cerita, ensiklopedia, hingga buku pengetahuan umum. Tawa kecil dan bisik-bisik diskusi sesama teman mewarnai suasana, menjadikan perpustakaan sebagai tempat yang hidup dan penuh semangat literasi. Pantauan awak Humas MIN 1 Merangin, para siswa terlihat sangat menikmati waktu mereka di pustaka.
Kehadiran siswa di perpustakaan ini bukan tanpa alasan. Pustaka Ashabul Kahfi memang sengaja didesain agar menjadi "tempat baca buku yang menyenangkan". Rak-rak kayu yang penuh dengan buku tertata rapi, meja baca besar di tengah ruangan, serta hiasan daun dan warna hijau yang mendominasi membuat suasana menjadi sejuk dan nyaman. Banyak siswa yang memilih membaca berkelompok, saling menunjukkan gambar menarik di dalam buku, dan bertukar pendapat tentang cerita yang mereka baca. Hal ini menunjukkan bahwa budaya membaca di MIN 1 Merangin mulai tumbuh dan menjadi kebiasaan positif di kalangan anak-anak.
Menurut pantauan di lapangan, antusiasme tertinggi terlihat dari siswa kelas rendah hingga kelas tinggi. Mereka dengan sabar mengantre untuk memilih buku, lalu duduk melingkar di lantai maupun di kursi membaca. Beberapa siswa bahkan rela datang lebih awal agar bisa mendapatkan tempat duduk yang strategis dekat jendela. Buku-buku bergambar, buku tematik, dan buku cerita islami menjadi favorit mereka. Suasana ini membuktikan bahwa minat baca siswa tidak bisa dipaksa, tetapi harus ditumbuhkan melalui lingkungan yang mendukung dan menyenangkan.
Kepala Pustaka MIN 1 Merangin, Bapak Edi Amin, S.Pd.I, menyampaikan bahwa keberadaan perpustakaan memang harus dioptimalkan fungsinya. "Pustaka memang harus berfungsi dengan baik. Ini bukan hanya tempat menyimpan buku, tetapi harus menjadi rumah kedua bagi siswa. Pustaka harus menjadi tempat yang nyaman bagi siswa untuk mencari ilmu, membaca buku, dan mengembangkan imajinasi mereka,"_ ujar beliau saat ditemui awak Humas. Beliau juga menambahkan bahwa pihaknya terus berupaya menambah koleksi buku baru dan menata ruangan agar semakin menarik bagi siswa.
Lebih lanjut, Bapak Edi Amin, S.Pd.I berharap budaya membaca ini dapat terus dijaga dan ditingkatkan oleh seluruh warga madrasah. "Kalau anak-anak sudah merasa nyaman di pustaka, maka otomatis mereka akan rajin datang. Dari membaca inilah nanti akan lahir generasi yang cerdas, berakhlak, dan berwawasan luas. Kami mengajak bapak ibu guru dan orang tua untuk terus memotivasi anak-anak agar gemar membaca,"_ pungkasnya. Pernyataan ini sejalan dengan visi MIN 1 Merangin untuk mencetak peserta didik yang literat dan berkarakter.
Dengan adanya Pustaka Ashabul Kahfi yang aktif dan ramai dikunjungi, MIN 1 Merangin membuktikan komitmennya dalam mendukung Gerakan Literasi Madrasah. Diharapkan ke depan, pustaka tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi pusat kegiatan diskusi, bercerita, dan berbagai lomba literasi. Semoga semangat "Ayo Membaca, Membaca itu Menyenangkan" terus menggelora di hati setiap siswa MIN 1 Merangin. (IR)
Penulis: Tim Humas MIN 1 Merangin
|
48x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...