
Masih Kelas 2, Tapi Sudah Punya Visi Besar untuk Agama dan Merangin.
Kemenag (MIN 1 Merangin): Usia boleh belia, tapi cita-citanya luar biasa. Itulah gambaran sosok Fattan Uwais Al Qorni, siswa kelas 2 MIN 1 Merangin yang berhasil mencuri perhatian Tim Humas MIN 1 Merangin. Di saat anak-anak seusianya masih bingung menjawab pertanyaan cita-citanya apa?, Fattan justru dengan santai, tegas, dan penuh keyakinan menjawab: Saya ingin jadi ulama besar Merangin. Sebuah jawaban visioner yang jarang terdengar dari bibir seorang bocah yang baru duduk di bangku kelas 2 madrasah ibtidaiyah.
Pertemuan dengan Fattan terjadi tidak di ruang kelas, melainkan di tempat paling mulia di Masjid Baitul Haq talang kawo. Tim Humas MIN 1 Merangin menjumpai Fattan usai Salat Magrib berjemaah kamis 2 Juli 2026, Di antara saf para orang dewasa, tampak seorang bocah berpeci hitam dan baju koko putih duduk khusyuk di samping ayahnya. Wajahnya tenang, matanya fokus, dan gerakannya mengikuti imam dengan sempurna. Pemandangan itu seolah menjadi jawaban nyata atas cita-cita besar yang baru saja ia ucapkan. Ketenangan dan kekhusyukannya dalam ibadah di usia dini menjadi fondasi awal dari jalan panjang menuju mimpinya sebagai pewaris para nabi.
Fattan, kalau besar nanti mau jadi apa? tanya Tim Humas. Tanpa ragu, sambil merapikan pecinya, ia menjawab singkat, Jadi ulama. Jawaban yang sederhana, namun menampar. Di era gempuran cita-cita menjadi youtuber atau gamer, Fattan justru memilih jalan pengabdian ilmu agama. Keteguhan ini tentu tidak datang tiba-tiba. Ada didikan dan keteladanan yang kuat di baliknya, yang membentuk karakter dan visi seorang Fattan Uwais Al Qorni sejak belia.
Di kelas, sosok Fattan juga dikenal istimewa oleh gurunya. Saat kelas 1 tahun ajaran 2025/2026 Wali Kelasnya, Ibu Murniati, S.Pd.I. Beliau memberikan kesaksian yang menguatkan. Ananda Fattan ini memang anaknya pendiam tapi perhatiannya tentang keagamaan tampak di sukainya. Hal senada juga di benarkan oleh beberapa guru PAI MIN 1 Merangin yang mengajar di kelas rendah. Hal senada juga di katakan oleh Ibu Yulinati, S.Pd.I bahwa Fattan luar biasa saat pelajaran PAI seperti Qur'an Hadits dan Akidah Akhlak sangat ia sukai, beliau sangat respon setiap materinya. Kalau ditanya tentang kisah nabi, dia yang paling semangat menjawab. Pernah saat belajar tentang sifat-sifat ulama, dia langsung bilang, Bu, Fattan mau seperti itu. Kami sebagai guru kelas dan para guru PAI hanya bisa mendoakan dan mengarahkan agar cita-cita mulianya tercapai, tutur ibu Murniati dengan haru. Menurut beliau, Fattan adalah contoh nyata bahwa karakter dan visi bisa dibentuk sejak di bangku madrasah ibtidaiyah. Semoga di kelas 2 tahun ajaran 2026/2027, wali kelas barunya bisa terus membimbingnya menjadi anak yang berkarakter dan berakhlakul karimah, bisa mengembangkan minat dan bakatnya, ucap buk Murniati.
Sang ayah, Bapak Edwar Chandra, SE yang setia mendampingi Fattan salat berjemaah, membenarkan hal tersebut. Warga RT. 33 Perumahan Muslim Griya Madinah Asri itu menuturkan bahwa putranya memang memiliki kecintaan luar biasa pada masjid. Dari kecil dia senang sekali ikut saya ke masjid. Kalau adzan berkumandang, dia yang paling cepat ambil sarung dan peci. Di rumah juga suka mendengarkan murotal dan menirukan gaya ceramah ustaz di TV, ungkap bapak Edwar Chandra dengan mata berbinar. Baginya, melihat anak sekecil itu sudah cinta pada rumah Allah adalah kebahagiaan yang tak ternilai harganya.
Keputusan menyekolahkan Fattan di MIN 1 Merangin pun bukan tanpa alasan. Bapak Edwar Chandra menaruh harapan besar pada madrasah yang dipimpin bapak M. Zhaharil Fikri, M.Pd ini. Kami ingin Fattan benar-benar mendapat ilmu dasar-dasar Islam yang kokoh dan berakhlakul karimah. Kami melihat lulusan MIN 1 Merangin banyak yang lolos ke pondok pesantren terkenal dan mumpuni. Artinya, pondasi agamanya kuat, jelasnya. Kepercayaan wali murid seperti ini menjadi bukti bahwa MIN 1 Merangin berhasil menjadi kawah bagi calon-calon generasi Rabbani di Kabupaten Merangin.
Semoga Allah SWT meridai dan mengabulkan cita-cita mulia ananda Fattan Uwais Al Qorni. Semoga langkahnya menuntut ilmu di MIN 1 Merangin menjadi pijakan pertama menuju mimpinya. Dari Masjid Baitul Haq, dari bimbingan Ibu Murniati di kelas selama ini, dan dari saf salat Magrib bersama sang ayah, semoga kelak lahir seorang ulama kharismatik dari Bumi Tali Undang Tambang Teliti. Kami, keluarga besar MIN 1 Merangin, akan terus mengawal dan mendoakan. Karena kami yakin, dari bangku kelas 2 ini, akan tumbuh cahaya penerang untuk Merangin, ungkap ibu murniati.(IR)
Kontributor Humas - Irman
|
40x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...