
Kemenag ( MIN 1 Merangin) : Saat bincang bincang dengan awak humas MIN 1 Merangin, Kepala MIN 1 Merangin, bapak M.Zhaharil Fikri, M.Pd Jum'at, 26 Juni 2026 di ruang kerjanya. Beliau yang sering di sapa Cikgu Fikri, mengungkapkan bahwa Gema Piala Dunia tahun 2026 mungkin terasa jauh dari ruang kelas madrasah. Namun, dibalik euforia pemain piala dunia di lapangan, tersimpan banyak pelajaran hidup yang sangat relevan bagi seorang guru. Sepak bola bukan hanya soal menang dan kalah, tapi tentang kerja keras, disiplin, dan kolaborasi, ungkapnya.
Hikmah pertama adalah tentang proses dan kesabaran. Sebuah tim juara dunia tidak lahir dalam semalam. Mereka berlatih bertahun-tahun, jatuh bangun, bahkan kalah berkali-kali sebelum akhirnya mengangkat trofi. Begitu juga seorang guru. Mendidik 873 siswa MIN 1 Merangin butuh proses panjang. Tidak semua anak langsung paham hari ini, tapi dengan kesabaran, hasilnya akan terlihat di masa depan.
Kedua, kekompakan tim mengalahkan ego individu. Lihat bagaimana para pemain bintang rela berlari, bertahan, dan mengumpan demi satu tujuan. Di madrasah pun demikian. Ketika Kepala Madrasah, guru, bendahara, dan TU seperti Bapak Ujang Mukhlis bahu-membahu tanpa kenal waktu, maka madrasah akan kuat. Satu guru tidak bisa hebat sendiri tanpa dukungan tim, ujarnya.
Selanjutnya yang Ketiga menurut beliau adalah, sportivitas dalam menerima hasil. Ada tim yang kalah meski sudah bermain terbaik. Ada yang menang karena kerja taktis. Guru madrasah pun harus meneladani ini. Ada siswa yang nilainya tinggi, ada yang perlu bimbingan lebih. Tugas guru bukan membanding-bandingkan, tapi mendidik dengan adil dan tetap semangat walau hasilnya belum maksimal.
Keempat, disiplin dan strategi. Pelatih hebat selalu punya rencana A, B, bahkan C. Ia membaca situasi dan mengubah formasi. Guru di era digital ini juga dituntut demikian. Metode mengajar yang monoton harus diubah. Hari ini pakai ceramah, besok pakai proyek, lusa pakai digital. Disiplin menyiapkan RPP dan strategi kreatif adalah kunci.
Dari lapangan bola ke ruang kelas, pesannya sama: bekerja dengan hati, kompak sebagai tim, dan pantang menyerah. Semoga semangat Piala Dunia ini menjadi energi baru bagi seluruh guru madrasah di MIN 1 Merangin. Karena sesungguhnya, guru adalah pelatih terbaik untuk mencetak "juara dunia" di akhirat kelak, ungkap Cikgu Fikri, Kepala MIN 1 Merangin dengan penuh optimis. (IR)
Kontributor Humas - Irman
|
150x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...