
Kemenag ( MIN 1 Merangin): Kamis pagi, 25 Juni 2026, fajar baru menyentuh gerbang MIN 1 Merangin. Suara cangkul beradu dengan pasir sudah terdengar. Bukan tukang proyek, tapi dua sosok setia madrasah, Bapak Sajudi berbaju pink dan Bapak Hayatulloh berbaju hitam. Keduanya, satpam MIN 1 Merangin, pagi itu memilih turun langsung menambal jalan berlubang di halaman madrasah. Semen, pasir, dan koral mereka aduk sendiri dengan ikhlas. Turut menyusul membantu bapak Raden Daman Staf Sapras dan bapak Afrial Dianon petugas kebersihan. Mereka bekerja kompak dengan penuh kepedulian.
Aspal yang mengelupas memang bukan tugas utama satpam. Tugas mereka jaga gerbang, atur lalu lintas, catat tamu. Tapi melihat lubang menganga di depan gerbang hati mereka tak tega. Beliau mengajak semua pegawai laki laki bergotong royong bersama! Kalau nunggu anak jatuh dulu baru diperbaiki, kan telat Pak, ujar Bapak Sajudi sambil mengaduk semen. Sepatu bootnya penuh lumpur, tapi senyumnya tetap lebar. Karena baginya, menjaga itu bukan hanya dari orang luar, tapi juga dari bahaya kecil di dalam.
Bapak Hayatulloh di sebelahnya tak kalah semangat. Dengan baju hitam yang basah keringat, beliau meratakan adukan ke lubang jalan yang rusak. Gerobak dorong berkarat jadi saksi bisu kerja bakti pagi. Madrasah ini rumah kedua, maka harus dirawat seperti rumah sendiri. Sedikit-sedikit lama-lama rata juga ungkap bapak Raden, katanya sambil mengangkat pasir.
Pantauan awak Humas kamis, 25 Juni 2026 Aksi dua satpam dan dua pegawai lainnya ini yaitu pak Raden dan pak afrial, membuktikan satu hal, pengabdian tidak kenal tupoksi. Saat guru masih libur semester, tenaga kependidikan tetap bekerja 5 hari. Dan ketika fasilitas butuh sentuhan, satpam pun jadi tukang, staf sapras dan petugas kebersihan ikut membantu. Dari pos jaga ke titik lubang, langkah mereka sama - demi keamanan 873 siswa MIN 1 Merangin. Jalan yang ditambal hari ini, bisa mencegah anak terjatuh besok.
Warna gedung hijau-biru di belakang mereka seolah ikut tersenyum. Plang UKS, Pramuka, Perpustakaan jadi saksi bahwa madrasah ini hidup karena orang-orangnya. Bapak Sajudi dengan baju pink-nya dan Bapak Hayatulloh dengan baju hitamnya, juga bapak raden dan bapak Afrial, menjadikan pagi kamis itu mengajarkan arti keteladanan tanpa kata. Anak-anak akan lewat di jalan ini nanti, mungkin tak tahu siapa yang menambal. Tapi Allah Maha Tahu setiap butir keringat mereka.
Tanpa menunggu proyek datang, tanpa menunggu anggaran cair, empat orang ini sudah mulai duluan. Karena bagi mereka, keamanan siswa tidak bisa ditunda. Terima kasih Pak Sajudi, terima kasih Pak Hayatulloh. Semoga setiap cangkulan jadi pahala jariyah, setiap lubang yang tertutup jadi doa orang tua yang anaknya selamat. MIN 1 Merangin bangga punya penjaga gerbang sekaligus penjaga jalan dan punya pegawai yang tanggap seperti pak raden dan pak Afrial. (IR)
Kontributor Humas - Irman
#Kemenag
#KanwilKemenagJambi
#MIN1Merangin
|
39x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...