
Kemenag (MIN 1 Merangin) : Di balik meja hijau ruang kerjanya, Bapak M. Zhaharil Fikri, M.Pd. duduk dengan rapi. Pena di tangan kanan, agenda terbuka di hadapan. Tatapan beliau fokus menelusuri setiap baris berkas. Foto itu bukan sekadar dokumentasi. Ia adalah potret kepemimpinan yang cermat, teliti, dan penuh tanggung jawab. Dari ruangan inilah kebijakan MIN 1 Merangin lahir, dari goresan pena inilah masa depan 873 siswa madrasah dipastikan arahnya.
Setiap tanda tangan yang dibubuhkan beliau bukan formalitas belaka. Ada doa di dalamnya, ada amanah yang dipikul. Nama M.ZHAHARIL FIKRI yang tersemat di seragam abu-abu menjadi pengingat, jabatan adalah kepercayaan. Maka tidak heran jika setiap keputusan beliau selalu diukur dengan dua timbangan - aturan dan maslahat madrasah. Cermat di administrasi, tapi lembut di hati.
Ruang kerja Kepala MIN 1 Merangin memang sederhana, tapi sarat makna. Dinding marmer putih-gold memberi kesan wibawa, lemari kaca berisi proyektor dan arsip menandakan madrasah yang terus bergerak maju. Di atas meja ada cangkir teh hangat, agenda kerja, dan tisu - detail kecil yang menunjukkan bahwa beliau siap melayani tamu kapan saja. Karena bagi beliau, pintu kantor harus selalu terbuka untuk guru, wali murid, dan siapapun yang membawa ide baik.
Guru dan tenaga pendidik merasakan langsung gaya kepemimpinan beliau. Sebelum memberi perintah, beliau turun langsung melihat kondisi lapangan. Sebelum menandatangani program, beliau kaji dulu dampaknya untuk anak. Pak Kamad itu detail orangnya. Tapi detailnya untuk kebaikan kita semua, ungkap bapak Ujang Mukhlis. Keteladanan itu menular, dimana guru juga menjadi lebih disiplin, staf jadi lebih rapi, siswa juga menjadi lebih tertib.
Di era transformasi pendidikan, kerja cermat adalah kunci. Bapak M. Zhaharil Fikri, M.Pd. memahami itu. Beliau tidak hanya mengejar target, tapi memastikan setiap langkah MIN 1 Merangin selaras dengan visi, mencetak generasi Qur'ani, berprestasi, dan berakhlak mulia. Dari meja hijau inilah program tahfidz diperkuat, musholla Al-Ikhlas dipantau progresnya, dan daftar ulang siswa baru dikawal langsung agar wali murid merasa dilayani, bukan dipersulit.
Suasana beliau menandatangani agenda adalah pengingat untuk kita semua: amanah sekecil apapun harus dikerjakan sepenuh hati. Kepemimpinan bukan tentang kursi, tapi tentang keberkahan. Semoga Allah mudahkan setiap urusan beliau, sehatkan badan, dan jadikan setiap tinta pena beliau sebagai pahala jariyah. Karena dari kerja cermat seorang pemimpin, lahirlah madrasah yang hebat. MIN 1 Merangin bangga punya nahkoda seperti beliau. (Afrial.D)
Catatan Kontributor Humas - Afrial Dianon 24/06/2026
|
27x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...