
Merangin, Humas Minsamer: Mentari pagi menyapa halaman MIN 1 Merangin dengan cahaya yang hangat pada hari pertama pelaksanaan Asesmen Sumatif Semester Genap tahun ajaran 2025/2026. Suasana madrasah berubah menjadi panggung keseriusan, di mana ratusan siswa duduk rapi dengan wajah penuh konsentrasi. Tak ada riuh, tak ada gugup berlebihan. Yang ada hanyalah derap langkah kecil menuju ruang ujian dan hela napas dalam sebelum lembar soal dibentangkan. Hari pertama ASAS ini menjadi bukti nyata bahwa madrasah siap mengukur capaian belajar siswa dengan tertib, tenang, dan penuh tanggung jawab.
Kepala MIN 1 Merangin Bapak M. Zhaharil Fikri, M.Pd melalui Koordinator Bidang Kurikulum Bapak M. Ridwan, S.Pd.I saat ditemui di ruang kerjanya menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan hari pertama. Alhamdulillah, tepat pukul 07.30 WIB ujian dimulai sesuai jadwal. Semua siswa sudah berada di ruang kelas masing-masing dengan kesiapan penuh. Tidak ada keterlambatan berarti, tidak ada drama yang mengganggu. Ini hasil kerja keras seluruh guru dan panitia yang sudah mempersiapkan jauh-jauh hari, jelas beliau dengan raut lega dan bangga.
Di tengah gempuran teknologi digital yang semakin masif, MIN 1 Merangin memilih jalur klasik namun tetap bermakna: asesmen berbasis pensil dan kertas. Keputusan ini diambil bukan karena gagap teknologi, tapi karena pertimbangan kematangan, keadilan akses, dan fokus siswa pada substansi soal tanpa gangguan gadget. Dan ternyata, pilihan itu terbukti tepat. Panitia tidak menemui kendala berarti, distribusi soal berjalan rapi, lembar jawaban terkumpul utuh, dan pengawasan di setiap ruang berlangsung disiplin namun tetap humanis, seperti yang di anjurkan Kepala Madrasah.
Ketua Panitia ASAS Semester Genap Ibu Julia Khairunnisa, S.Pd.I mengonfirmasi bahwa seluruh rangkaian teknis hari pertama berjalan sesuai skenario. “Dari gladi bersih, pembagian ruang, hingga pengawas silang antar kelas, semua kami jalankan dengan SOP yang ketat. Anak-anak juga sudah kami bekali literasi ujian sejak jauh hari. Jadi ketika bel masuk berbunyi, mereka langsung fokus. Alhamdulillah tidak ada siswa yang tertinggal, tidak ada soal yang tertukar, ungkapnya dengan senyum tenang khas seorang pemimpin lapangan.
Gema Bismillah sebelum mengerjakan soal menjadi pemandangan yang mengharukan di setiap kelas. Para siswa kelas 1 sampai kelas 5 membuka lembar ujian dengan hati-hati, seolah lembaran itu adalah amanah yang harus dijaga. Pensil beradu dengan kertas menghasilkan goresan jawaban yang mewakili sebulan penuh mereka belajar, bertanya, dan berlatih. Guru pengawas berkeliling dengan langkah pelan, sesekali menegur lembut agar fokus tidak buyar. Suasana itu menciptakan ekosistem ujian yang jujur, karena integritas diajarkan bukan lewat kata-kata, tapi lewat keteladanan.
Kelancaran hari pertama ini tidak lepas dari koordinasi matang antara kurikulum, kesiswaan, sarana prasarana, dan seluruh wali kelas. Ruang kelas disusun ulang agar jarak antar siswa ideal. Denah duduk ditempel jelas. Tata tertib ditempel di pintu. Bahkan air mineral dan sapu tangan sudah disiapkan untuk mengantisipasi siswa yang tiba-tiba gugup. Detail-detail kecil inilah yang membuat asesmen terasa nyaman. MIN 1 Merangin ingin memastikan bahwa ujian bukan momok menakutkan, tapi perayaan atas proses belajar yang sudah dilalui bersama.
Bapak M. Ridwan, S.Pd.I menambahkan bahwa asesmen ini bukan sekadar angka di rapor. ASAS adalah cermin. Lewat soal-soal ini kita bisa melihat sejauh mana siswa menyerap ilmu, sejauh mana guru berhasil menyampaikan, dan sejauh mana madrasah hadir sebagai rumah belajar yang sehat. Hasilnya nanti akan kami bedah bersama, bukan untuk menghukum, tapi untuk memperbaiki pembelajaran ke depan, tegasnya. Filosofi ini membuat guru dan siswa sama-sama memaknai ujian sebagai bagian dari perjalanan, bukan garis finish yang menakutkan.
Dengan berakhirnya hari pertama tanpa kendala, seluruh civitas MIN 1 Merangin kini menatap hari-hari asesmen berikutnya dengan optimisme. Cikgu Fikri berpesan agar siswa tetap menjaga kesehatan, berdoa sebelum belajar, dan menjunjung kejujuran di atas segalanya. Kerjakan dengan tenang, serahkan hasilnya pada Allah. Karena anak hebat bukan hanya yang nilainya tinggi, tapi yang berkarakter kuat, pesannya. Dan di bawah kepemimpinan yang tegas tapi berhati nurani itu, ASAS di MIN 1 Merangin tidak hanya mengukur otak, tapi juga menumbuhkan jiwa. ( Afdal)
Redaktur/Editor: Irman
Jurnalis : Afdal Witra
|
20x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...