
MERANGIN Humas Minsamer: Pelepasan dan Wisuada Tahfidz Juz 30 di MIN 1 Merangin menjadi kegiatan rutin yang dilaksanakan ahir semester genap. Suasana haru bertempat di halaman madrasah yang telah terpasang dengan tenda hias senin, 25 Mei 2025. Hari itu menjadi momen istimewa bagi siswa kelas 6 yang resmi dilepas dan diwisuda sebagai santri tahfidz. Di tengah tepuk tangan wali murid, guru, dan tamu undangan, Kepala MIN 1 Merangin Bapak M. Zhaharil Fikri, M.Pd berdiri di mimbar untuk menyampaikan sambutan yang penuh refleksi sekaligus harapan.
Dalam pembuka sambutannya, beliau terlebih dahulu menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh wali murid. Selama enam tahun mendidik anak-anak Bapak Ibu, tentu ada kekurangan, ada kesalahan dalam membimbing. Saya pribadi dan seluruh guru memohon maaf yang sebesar-besarnya, ucapnya dengan suara bergetar. Kejujuran ini langsung disambut keheningan penuh hormat dari hadirin yang merasakan ketulusan seorang pemimpin madrasah.
Tidak berhenti pada permintaan maaf, Kamad Minsamer kemudian memaparkan arah gerak madrasah ke depan melalui tiga program prioritas yang telah dirancang. Program pertama adalah penguatan tahfidz Al-Quran. Beliau menegaskan bahwa Minsamer ingin mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki hafalan Al-Quran sebagai bekal hidup dan akhirat.
Program kedua menyasar peningkatan mutu akademik dan non akademik. Menurut beliau, siswa harus seimbang antara nilai rapor yang unggul dengan keterampilan, seni, olahraga, dan karakter. Madrasah hebat bukan hanya melahirkan juara olimpiade, tapi juga anak yang berakhlak, kreatif, dan siap menghadapi zaman, tegasnya di hadapan ratusan hadirin.
Program ketiga yang paling ditekankan adalah penguatan kapasitas guru agar mampu menulis buku. Bahkan beliau berharap budaya menulis ini bisa menular kepada siswa sehingga lahir karya tulis dari lingkungan Minsamer sendiri. Guru yang menulis adalah guru yang berpikir. Siswa yang menulis adalah siswa yang berani bersuara, ujarnya disambut anggukan setuju para guru.
Di tengah pemaparan program, beliau juga menyinggung kekurangan madrasah saat ini. Salah satu yang paling mendesak adalah keterbatasan ruang belajar. Saat ini MIN 1 Merangin baru memiliki 22 ruang kelas, sementara jumlah siswa terus bertambah setiap tahun. Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi kenyamanan proses belajar mengajar. Kita perlu 10 ruang kelas lagi tegasnya
Namun di balik tantangan itu, muncul kabar menggembirakan. Alhamdulillah, semangat gotong royong para guru yang dermawan telah berhasil mengumpulkan dana sebesar 60 juta rupiah untuk pembangunan ruang belajar baru. Dana ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap madrasah tidak hanya datang dari ucapan, tetapi dari aksi nyata.
Menutup sambutan, Bapak M. Zhaharil Fikri, M.Pd mengajak seluruh wali murid untuk ikut ambil bagian dalam pembangunan madrasah. Bagi wali murid yang ingin membantu, kami persilahkan. Bentuknya bisa berupa material bangunan, atau infaq dana sesuai kemampuan. Setiap batu yang disumbangkan akan menjadi saksi amal jariyah bagi Bapak Ibu, ajaknya dengan penuh harap. (IR)
|
53x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...