
MERANGIN Humas Minsamer: Semangat evaluasi dan perbaikan terus digaungkan di lingkungan MIN 1 Merangin. Hal itu terlihat dalam Rapat Koordinasi Pasca Kegiatan Wisuda Tahfidz yang digelar pada 26 Mei 2026. Rapat yang berlangsung di ruang guru ini menjadi ruang refleksi bersama untuk menilai sejauh mana kegiatan besar madrasah berjalan dan apa yang perlu ditingkatkan di tahun berikutnya, Rapat tersebut bertemakan TPA yaitu tukar pikiran akbar.
Sebagai Ketua Panitia Wisuda Tahfidz, Ibu Desmiyani, S.Pd.I memaparkan laporan kegiatan secara menyeluruh di hadapan seluruh guru dan tenaga kependidikan. Mulai dari persiapan teknis, susunan acara, hingga dokumentasi, semua disampaikan dengan detail. Beliau menegaskan bahwa secara keseluruhan kegiatan berjalan sukses dan mendapat apresiasi dari wali murid maupun tamu undangan yang hadir.
Kesuksesan itu tidak lepas dari kerja sama solid seluruh panitia dan dukungan penuh dari kepala madrasah. Ibu Desmiyani menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja tanpa kenal lelah sejak jauh hari. Alhamdulillah, semua rangkaian acara bisa terlaksana sesuai rencana. Kekompakan tim menjadi kunci utama, ujarnya dengan nada penuh syukur.
Memasuki sesi evaluasi, suasana rapat berubah menjadi lebih dinamis. Kepala MIN 1 Merangin, Bapak M. Zhaharil Fikri, M.Pd membuka ruang diskusi dan meminta setiap guru memberikan masukan konstruktif untuk perbaikan kegiatan tahun depan. Beliau menekankan bahwa evaluasi bukan ajang menyalahkan, melainkan proses pembelajaran bersama agar kegiatan madrasah semakin berkualitas.
Masukan pertama datang dari Ibu Fheronika, S.Pd.I. Beliau menyarankan agar susunan acara wisuda tahun depan dibuat lebih sistematis dengan skala prioritas yang jelas. Menurutnya, penyusunan rundown yang terlalu padat membuat acara terasa panjang dan mengurangi fokus hadirin pada momen inti. Jika acara dipersingkat pada bagian seremonial yang tidak esensial, pesan utama akan lebih sampai, ungkapnya.
Saran berikutnya disampaikan oleh Bapak Ade Murja, S.Pd.I. Beliau mengusulkan agar wali kelas 6 tidak lagi dimasukkan dalam struktur kepanitiaan inti. Alasannya sederhana, wali kelas perlu fokus penuh mengurus dan mendampingi siswa kelasnya pada hari H. Ketika wali kelas menjadi panitia sekaligus pendamping, perhatian mereka terbagi. Padahal siswa membutuhkan kehadiran guru mereka secara utuh, jelasnya.
Ibu Robima, S.Pd.I kemudian mengangkat persoalan konsumsi yang dinilai menjadi beban kerja berat saat acara berlangsung. Beliau menyarankan agar jumlah personel pada seksi konsumsi diperbanyak dan dibagi tugasnya lebih rinci. Dengan begitu, distribusi makanan dan minuman untuk tamu, siswa, dan panitia dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan kelambatan.
Ide segar juga muncul dari Bapak Ridwan. Beliau mengusulkan agar MIN 1 Merangin memiliki inventaris drone sendiri untuk keperluan dokumentasi video kegiatan. Menurutnya, dokumentasi udara akan memberikan nilai tambah pada arsip madrasah dan publikasi media sosial. Dengan drone, kita bisa menangkap momen dari sudut yang berbeda dan lebih berkesan, katanya disambut anggukan setuju peserta rapat.
Rapat koordinasi ditutup dengan komitmen bersama untuk menjadikan evaluasi ini sebagai bahan perbaikan nyata. Kepala madrasah mengapresiasi semua masukan yang disampaikan dan meminta tim kecil dibentuk untuk menyusun panduan teknis wisuda tahfidz tahun depan. Harapannya, setiap kegiatan di MIN 1 Merangin tidak hanya sukses secara acara, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam dan menjadi standar baru bagi madrasah lainnya. (IR)
|
64x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...