
KEMENAG (MIN 1 MERANGIN; Sebuah kalimat penuh makna dan visi kebangsaan yang dalam disampaikan oleh keluarga besar MIN 1 Merangin: "Siswa Adalah Aset Bangsa, Bangsa Yang Besar Itu, Harus Perhatian Pada Asetnya." Kalimat ini bukan sekadar slogan, melainkan sebuah filosofi pendidikan yang menjadi landasan dalam mendidik ratusan putra-putri terbaik di madrasah kebanggaan Kabupaten Merangin ini. Bahwa setiap anak yang duduk di bangku MIN 1 Merangin hari ini, adalah calon pemimpin bangsa di masa depan.
Hal ini sangat beralasan, mengingat pada Tahun Ajaran 2026 - 2027, jumlah siswa MIN 1 Merangin tercatat lebih dari 850 siswa. Angka yang sangat luar biasa untuk ukuran Madrasah Ibtidaiyah. 850 lebih anak yang setiap pagi datang dengan seragam kuning cerahnya, dengan jilbab putih dan peci hitamnya yang khusyuk menghafal Al-Qur'an seperti yang terlihat pada foto di halaman madrasah ini, adalah aset besar generasi bangsa kita. Mereka adalah 850 lebih harapan, 850 lebih mimpi, dan 850 lebih masa depan Indonesia yang sedang dititipkan di MIN 1 Merangin.
Kita tidak pernah tahu, dari 850 aset bangsa ini, akan lahir sosok seperti apa 15 atau 20 tahun yang akan datang. Mungkin dari barisan yang duduk bersila khusyuk menghafal Al-Qur'an itu, nanti ada yang menjadi Politikus yang jujur dan amanah yang memperjuangkan rakyat. Mungkin ada yang menjadi Pejabat Negara yang adil dan berintegritas, menjadi Bupati, Gubernur, bahkan Menteri yang membawa perubahan besar bagi negeri. Atau mungkin ada yang menjadi orang kaya yang suka berderma, pengusaha sukses yang hartanya bermanfaat untuk membangun masjid, madrasah, dan membantu fakir miskin.
Oleh karena itu, maka aset ini harus kita jaga dengan baik. Menjaga bukan hanya sekadar menjaga fisiknya agar aman di lingkungan madrasah, tetapi menjaga akidahnya, menjaga akhlaknya, menjaga hafalan Al-Qur'annya, dan menjaga kualitas ilmunya. MIN 1 Merangin sangat menyadari hal ini. Itulah mengapa berbagai program unggulan terus dihadirkan, mulai dari program Tahfidz dengan Aplikasi SITAHFIZ untuk menjaga hatinya tetap terikat dengan Al-Qur'an, hingga ekstrakurikuler Drumband dan Shukaido seperti Ananda Maher kelas 3A untuk menjaga fisik dan mentalnya tetap tangguh.
Menjaga 850 lebih aset bangsa ini tentu membutuhkan kerja sama dan gotong royong dari semua pihak. Guru-guru di MIN 1 Merangin dengan penuh kesabaran mendidik dengan hati, wali murid yang terus mendoakan dan mendukung dari rumah, serta komite dan pemerintah yang terus memberikan perhatian. Seperti halnya pembangunan Lokal Darurat yang batakonya sudah mulai datang, itu adalah wujud nyata perhatian kita terhadap aset bangsa, agar mereka memiliki ruang belajar yang layak, aman, dan nyaman untuk menimba ilmu.
Kepala MIN 1 Merangin, Bapak M. Zhaharil Fikri, M.Pd., menegaskan bahwa 850 siswa ini adalah amanah besar yang Allah titipkan kepada madrasah. "Jika bangsa ini ingin menjadi bangsa yang besar, maka kita harus mulai dengan memperhatikan aset terbesarnya, yaitu siswanya. 850 anak di MIN 1 Merangin ini adalah 850 calon pemimpin. Tugas kita adalah memastikan mereka tumbuh menjadi pemimpin yang cerdas otaknya, kuat hafalan Qur'annya, dan mulia akhlaknya. Inilah investasi jangka panjang kita untuk Indonesia Emas," ujar beliau dengan penuh optimisme.
Mari kita jaga bersama aset bangsa yang ada di MIN 1 Merangin ini. Mari kita didik mereka dengan cinta, kita bimbing dengan keteladanan, dan kita doakan dengan tulus. Karena dari madrasah yang sederhana dengan pagar hijau dan halaman yang penuh dengan lantunan Al-Qur'an inilah, masa depan bangsa yang besar sedang dipersiapkan. 850 lebih siswa hari ini adalah 850 lebih cahaya harapan untuk Indonesia di masa depan. MIN 1 Merangin menjaga aset bangsa, untuk Indonesia hebat bermartabat. (IR)
Kontributor Humas-Irman
|
74x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...