
KEMENAG ( MIN 1 Merangin) : Gema sholawat dan tabuhan rebana kembali menggema di halaman MIN 1 Merangin. Pada hari Senin, 14 September 2026,kegiatan ekstrakurikuler Hadroh resmi dibuka kembali dengan semangat baru. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini madrasah mendatangkan Pelatih hadroh dari luar yang berpengalaman di bidang seni islami. Kehadiran pelatih tamu ini menjadi angin segar bagi para siswa, karena mereka bisa belajar teknik langsung dari ahlinya dan merasakan suasana latihan yang lebih profesional.
Dibukanya kembali latihan hadroh ini bukan tanpa alasan. Sebagaimana disampaikan oleh para pembina, kegiatan ini memiliki misi besar dalam pembentukan karakter siswa. Ibu Saripah, S.Pd.I selaku Pembina Hadroh mengungkapkan bahwa tujuan utama adalah "sarana untuk menggali potensi, bakat, dan minat siswa". Melalui hadroh, anak-anak tidak hanya belajar memainkan alat musik rebana, tetapi juga belajar tentang kebersamaan, kekompakan, disiplin, dan yang paling penting adalah kecintaan kepada sholawat Nabi Muhammad Saw.
Selain Ibu Saripah, S.Pd.I, kegiatan ini juga didampingi langsung oleh Bapak Muhammad Ridwan, S.Pd.I.Beliau menekankan bahwa hadroh adalah salah satu ekstrakurikuler unggulan yang harus terus dijaga dan dikembangkan. "Kami ingin siswa MIN 1 Merangin tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga memiliki bekal seni dan spiritual yang kuat," ujar beliau. Dengan sinergi antara pembina internal dan pelatih dari luar, diharapkan kualitas grup hadroh MIN 1 Merangin akan meningkat pesat dan bisa tampil di berbagai kegiatan madrasah maupun masyarakat.
Suasana latihan pertama terlihat sangat antusias. Para siswa putra dan putri duduk melingkar dengan rapi, memegang rebana dengan penuh semangat. Pelatih dari luar memberikan materi dasar mulai dari cara memegang alat, teknik memukul rebana yang benar, hingga irama-irama dasar hadroh. Tidak jarang terdengar gelak tawa dan tepuk tangan ketika siswa berhasil mengikuti irama. Di sela-sela latihan, para siswa juga diajarkan melantunkan sholawat dengan tartil dan indah, sehingga latihan tidak hanya melatih fisik tetapi juga melatih hati.
Kehadiran pelatih eksternal memberikan dampak positif yang luar biasa bagi siswa. Mereka menjadi lebih termotivasi karena mendapat ilmu baru dan cara mengajar yang berbeda. Banyak siswa yang sebelumnya pemalu, kini berani tampil dan mencoba memimpin sholawat. Ibu Saripah, S.Pd.I menambahkan, "Kami melihat ada perubahan sikap pada anak-anak. Mereka lebih disiplin, lebih kompak, dan lebih cinta sholawat. Inilah bukti bahwa seni islami bisa menjadi media pendidikan karakter yang sangat efektif."
Latihan hadroh ini akan dijadwalkan rutin setiap minggu agar kemampuan siswa terus terasah. Ke depan, Bapak Muhammad Ridwan, S.Pd.I berharap grup hadroh MIN 1 Merangin dapat tampil pada acara-acara besar madrasah seperti peringatan Maulid Nabi, Isra Mi'raj, hingga kegiatan KOMPAS. Bahkan tidak menutup kemungkinan grup ini akan diikutkan dalam lomba hadroh tingkat kecamatan maupun kabupaten. "Kami ingin nama MIN 1 Merangin dikenal juga lewat lantunan sholawat dan tabuhan rebana anak-anak kita," tegas beliau.
Dengan dimulainya kembali latihan hadroh dan hadirnya pelatih dari luar, MIN 1 Merangin menunjukkan komitmennya untuk mengembangkan potensi siswa secara menyeluruh. Semoga kegiatan ini berjalan lancar, istiqomah, dan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia dan cinta kepada Rasulullah Saw, Mari kita doakan dan dukung bersama agar "Tabuhan Rebana MIN 1 Merangin" segera menggema dan mengharumkan nama madrasah. (IR)
Kontributor Humas - Irman
|
276x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...