
KEMENAG ( MIN 1 MERANGIN ) :Setiap daerah besar pasti punya kisah awal. Begitu juga dengan Jambi. Di balik gemerlap Sungai Batanghari hari ini, tersimpan legenda tentang seorang pemimpin visioner bernama Rang Kayo Hitam. Kisahnya bukan sekadar dongeng, tapi menjadi inspirasi tentang keberanian, kerja keras, dan keyakinan untuk "membuka tanah".
Kisah dimulai dari perjalanan panjang Rang Kayo Hitam yang berangkat menelusuri sungai. Ia tidak berjalan sendiri. Bersama Mayang Mangurai dan seluruh rombongan, mereka menyusuri sungai, menembus hutan, mencari tempat yang diridhai untuk memulai peradaban baru. Perjalanan itu dipandu oleh tanda alam.
Tanda itu datang dari sepasang Angso Duo. Burung angsa yang terbang dan akhirnya berhenti di satu titik di tepian Sungai Batanghari. Di tempat yang dulunya hanya dipenuhi hutan lebat dan semak belukar, angsa itu hinggap. Bagi para leluhur, itu bukan kebetulan. Itu adalah isyarat.
(Foto: Hayatulloh, Pegawai Madrasah depan Poster Cerita kerajaan Melayu Jambi)
Tanpa ragu, Rang Kayo Hitam memerintahkan rombongannya untuk mulai membuka tanah. Dengan parang dan semangat, hutan digundul, semak dibersihkan, dan pondasi peradaban mulai diletakkan. Sejak saat itulah tempat tersebut dikenal dalam tradisi Jambi sebagai "Tanah Pilih" tanah yang dipilih oleh alam dan para leluhur.
Namun memilih tanah bukanlah akhir dari perjuangan. Justru dari sanalah cerita besar dimulai. Ketika hutan dibuka, Rang Kayo Hitam menemukan sesuatu yang tidak biasa. Terpendam di dalam tanah ada sebuah gong dan sebuah senjata besi atau lelo.
Benda-benda itu kemudian dikenal sebagai pusaka sakral Jambi: Si Timang Jambi dan Si Jimat. Bagi masyarakat masa lampau, menemukan pusaka bukan sekadar menemukan benda. Itu adalah pertanda. Pertanda bahwa tanah ini bukan tanah biasa. Tanah ini akan menjadi pusat pemerintahan, pusat budaya, dan pusat kebesaran.
Dari kisah ini kita belajar 3 nilai penting. Pertama Visi. Rang Kayo Hitam berani meninggalkan zona nyaman demi masa depan. Kedua Kerja Keras. Membuka hutan butuh keringat dan pengorbanan. Ketiga Kepercayaan.Ia percaya pada tanda, pada proses, dan pada takdir bahwa kerja kerasnya tidak akan sia-sia.
Hari ini kita tinggal di atas "Tanah Pilih" itu. Jambi yang maju, Jambi yang berbudaya, adalah buah dari keberanian seorang pemimpin di masa lalu. Semoga kisah Rang Kayo Hitam ini bisa menjadi inspirasi untuk generasi muda, termasuk siswa-siswi kita, untuk berani memulai, berani berjuang, dan berani menjadi "pembuka tanah" bagi masa depan yang lebih baik. Bismillah, Jambi Hebat Berawal dari Tanah Pilih. (Red)
Sumber: (Cerita Rakyat jambi Oleh Bambang Niko Pasla, ST, M.Eng, MBA, dan sumber lainnya)
|
62x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...