
KEMENAG, MIN 1 MERANGIN: Syiar Maulid Nabi Muhammad SAW kembali menggema. Bapak Irman, S.Pd.I, Guru Al-Qur'an Hadits yang juga menjabat sebagai Waka Humas MIN 1 Merangin dipercaya menjadi penceramah dalam kegiatan Safari Dakwah Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di SMPN 1 Merangin. Acara yang penuh khidmat ini berlangsung pada Kamis, 3 September 2026 mulai pukul 08.00 WIB bertempat di Masjid Agung Al Jihad Pasar Atas Bangko
Ratusan langkah Siswa SMP Negeri 1 Merangin memadati masjid kebanggaan masyarakat Bangko. Pantauan awak Humas MIN 1 Merangin, kegiatan ini dihadiri oleh seluruh Guru SMP Negeri 1 Merangin, lebih kurang 800 orang siswa, serta Imam Masjid Agung Al Jihad, Ustadz Drs. H. Puadi, Bapak Yeyen, S.Pd.I. Kehadiran masif ini menunjukkan besarnya kerinduan generasi muda terhadap siraman rohani dan teladan Nabi.
Acara dibuka secara resmi dengan sambutan dari Kepala SMPN 1 Merangin, Ibu Ismalinda, S.Pd Dengan suara tegas namun penuh kasih, beliau mengajak seluruh peserta didik untuk menundukkan hati dan menjaga adab. "Anak-anakku, jangan ribut dan tenang saat ceramah dimulai. Mari kita dengarkan uraian hikmah maulid Nabi yang akan di sampaikan Ustadz.Irman, S.Pd.I guru MIN 1 Merangin. Setelah sambutan kepala sekolah, dilanjutkan penampilan Hadroh SMP N 1 Merangin. Dentuman rebana dan lantunan shalawat yang memukau menggema di depan Masjid Agung Al Jihad. Penampilan ini berhasil menghidupkan semangat cinta kepada Nabi dan menjadi pembuka hati bagi seluruh hadirin untuk menyimak tausiyah.
Memasuki inti acara, Ustadz Irman, S.Pd.I di persilahkan menyampaikan Tausyiahnya. Beliau mengawali ceramahnya dengan menggambarkan kondisi Zaman Jahiliyah sebelum kelahiran Nabi. "Saat itu dunia gelap gulita. Tidak ada keadilan, tidak ada kasih sayang. Hingga Allah utus cahaya paling terang, yaitu Nabi Muhammad SAW," tutur beliau yang membuat seluruh siswa terdiam khusyuk.
Dalam uraiannya, penceramah juga mengisahkan tentang munculnya Amar Bin Luhay, pemimpin Bani Khuza'ah yang membawa praktik penyembahan berhala ke tanah Arab. "Dari sinilah kita belajar, bagaimana satu orang bisa menyesatkan banyak orang. Maka hari ini, kita harus menjadi seperti Nabi, yang satu orangnya bisa memberi cahaya Ilahi kepada seluruh dunia," tegas Ustadz Irman.
Puncak hikmah disampaikan melalui kisah-kisah agung Rasulullah SAW. Beliau mencontohkan bagaimana Nabi membalas kejahatan dengan kebaikan tanpa sedikitpun dendam. "Ingat kisah Ghausat bin Al Harits yang pernah ingin membunuh Nabi saat beliau tidur di bawah pohon? Apa yang dilakukan Rasul? Beliau justru memaafkan dan mendoakannya," kisah beliau yang membuat banyak siswa meneteskan air mata.
Begitu pula dengan kisah dakwah Nabi ke Negeri Thaif dilempari batu, dihina, dan diusir. Namun doa yang keluar dari lisan beliau bukanlah laknat, melainkan doa: "Ya Allah, berilah hidayah kepada kaumku karena mereka belum tahu." "Inilah akhlak yang harus kita tiru. Dibenci tapi tetap memaafkan. Disakiti tapi tetap menyayangi," lanjut Ustadz Irman dengan penuh semangat.
Beliau menutup tausiyah dengan ajakan konkret. "Wahai anak-anakku, jadilah generasi yang shiddiq seperti Nabi. Jujur di sekolah. Jadilah amanah, jaga barang teman. Jadilah fathanah, cerdas dalam belajar. Karena itulah Maulid yang sesungguhnya," pesan yang disambut tepuk tangan dan takbir dari seluruh hadirin.
Kegiatan Safari Dakwah ini menjadi bukti nyata sinergi antara MIN 1 Merangin dan SMPN 1 Merangin dalam mencetak generasi berakhlakul karimah. Semoga hikmah yang disampaikan Bapak Irman, S.Pd.I menjadi lentera di hati 800 siswa SMP Negeri 1 Merangin untuk terus meneladani Rasulullah SAW. (Apd)
Kontributor Humas - Apdal
#Kemenag
#Kanwilkemenagjambi
#Min1merangin
Media Madrasah, terdepan & Terpercaya.
|
324x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...