
KEMENAG, MIN 1 MERANGIN : Usai menunaikan sholat Zuhur berjamaah, suasana di Ruang Pustaka Ashabul Kahfi MIN 1 Merangin mendadak hangat, senin, 24/08/2026. Tepat pukul 13.00 WIB, tiga orang guru berkumpul di satu meja sederhana. Bukan untuk rapat formal, melainkan untuk "ngopi". Namun ngopi kali ini punya makna lebih. Inilah kegiatan "SATU MEJA TIGA MAKNA".
Tampak hadir Bapak Ade Murja, S.Pd.I selaku Ketua Tim Penanganan Bully, Bapak Ujang Mukhlis, S.Pd.I selaku Bendahara Madrasah, dan Bapak Muhammad Ridwan, S.Pd.I selaku Waka Kurikulum. Ketiganya duduk bersila, dengan tumbler kopi dan beberapa buku di atas meja. Suasana santai, tapi obrolannya berbobot.
Makna Pertama: NGOPI adalah Ngobrol Perkara Iman. Diawali dengan momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang baru saja digelar pagi harinya. "Baru saja kita memperingati Maulid, maka sudah sepantasnya kita ngobrol perkara iman. Bagaimana kita meneladani akhlak Nabi dalam mendidik anak-anak kita," ujar Bapak Ade Murja membuka diskusi. Obrolan mengalir tentang bagaimana menanamkan cinta Rasul di hati siswa.
Makna Kedua NGOPI adalah Ngobrol Pendidikan Iindonesia. Suasana semakin serius ketika pembicaraan beralih ke dunia pendidikan. Bapak Muhammad Ridwan selaku Waka Kurikulum memaparkan perkembangan kurikulum dan tantangan pembelajaran hari ini. "Pendidikan kita harus adaptif, tapi jangan sampai meninggalkan nilai agama. Itu PR kita bersama di MIN 1 Merangin," katanya. Kopi dihirup pelan, ide-ide bermunculan.
Makna Ketiga: NGOPI adalah Ngobrol Politik Indonesia. Tak disangka, obrolan berlanjut ke ranah kebijakan. "Perkembangan pendidikan hari ini tidak bisa lepas dari pengambil kebijakan politik di tanah air," tutur Bapak Ujang Mukhlis. Diskusi mengerucut pada harapan agar kebijakan pendidikan ke depan benar-benar berpihak pada pembentukan generasi yang beragama, beriman, dan berakhlak mulia.
Meski membahas topik berat, suasana tetap cair dan penuh canda. "Kita baru saja peringatan Maulid Nabi, kita harus bahas dan bongkar format yang cocok untuk kegiatan keagamaan selanjutnya," ungkap Pak Ujang sambil tertawa. Mendengar itu, Pak Ade Murja spontan melempar candaan, "Berarti ini MARKIBAS & MARKIBONG dong Pak... Mari Kita Bahas & Mari Kita Bongkar" yang langsung disambut tawa lepas dari Pak Ridwan.
Kegiatan Satu Meja Tiga Makna ini sengaja diisi sebagai jeda produktif menjelang Apel Sore pukul 15.30 WIB. Tanpa ruang rapat dan notulen, tapi semua poin penting terekam dalam ingatan dan hati. Inilah bentuk komunikasi efektif di MIN 1 Merangin cair, substansial, dan kekeluargaan.
Dari satu meja, tiga makna lahir. Dari secangkir kopi, lahir komitmen untuk mendidik generasi yang tidak hanya cerdas, tapi juga kuat imannya dan paham arah bangsanya. Semoga budaya positif ini terus hidup di MIN 1 Merangin. Karena membangun madrasah hebat, dimulai dari ngobrol hebat di satu meja. (IR)
Catatan Korbid Humas
|
47x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...