
MIN 1 MERANGIN : Di usia kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, potret miris masih mewarnai dunia pendidikan dasar. MIN 1 Merangin, madrasah dengan minat masyarakat tertinggi se-Provinsi Jambi, hingga kini masih harus bertahan dengan beberapa ruang kelas darurat. Ironis, ketika semangat "Merdeka Belajar" digaungkan, anak-anak di madrasah ini masih belajar di ruangan yang jauh dari kata layak.
Hasil pantauan Tim Humas MIN 1 Merangin di lapangan menemukan fakta yang mengiris hati. Terdapat 2 bangunan lokal darurat berdinding papan. Yang pertama berada di belakang gedung megah 2 lantai. Bangunan ini merupakan hasil jerih payah dan gotong royong guru serta pegawai MIN 1 Merangin.Yang kedua terletak di belakang panggung serbaguna. Bangunan ini berdiri berkat infaq dari guru, sebagian wali murid, dan masyarakat sekitar yang peduli pendidikan.
Kondisi kedua bangunan itu sangat memprihatinkan. Dinding masih terbuat dari papan, lantai hanya semen kasar tanpa keramik, dan tidak ada plafon/dek. Akibatnya, saat matahari terik siswa harus menahan panas. Saat hujan, suara gemuruh di atap seng membuat konsentrasi belajar buyar. Jauh berbeda dengan standar bangunan pemerintah yang seharusnya.
(Foto : Siswa MIN 1 Merangin, suasana belajar lokal darurat, ruang swadaya dan Hasil Goro guru dan pegawai)
Di sisi depan kantin, pada tahun 2026 ini mulai terlihat secercah harapan. Ada pondasi untuk 3 bangunan baru yang mulai dikerjakan. Namun pembangunannya masih menggantung, menunggu perhatian dan bantuan lebih lanjut. Pondasi itu seakan menjadi simbol, ada niat, ada semangat, tapi belum ada kepastian.
Lalu mengapa darurat ini terjadi? Jawabannya sederhana, karena MIN 1 Merangin terlalu diminati. Dengan jumlah siswa mencapai 869 anak, madrasah ini menjelma menjadi Madrasah Ibtidaiyah dengan jumlah siswa terbanyak se-Provinsi Jambi. Antrean pendaftaran setiap tahun selalu panjang. Orang tua percaya menitipkan anaknya di MIN 1 Merangin karena kualitas guru dan prestasinya.
Namun tingginya animo masyarakat tidak diimbangi dengan ketersediaan ruang kelas. Ruang yang ada tidak mencukupi. Ruang kelas yang tersedia hanya 19 ruang, di tambah ruang darurat 2 sehingga menjadi 21 ruang kelas. Sedangkan yang di butuhkan 31 ruangan, sehingga ada dua jenjang yang masuk siang dan pulang sore yaitu kelas 3 dan 4, yang masuknya Jam setelah kelas 1 dan 2 pulang. Selanjutnya sebagai solusi lain agar siswa masuk pagi semua, maka di bangun lagi ruang atau lokal darurat, pihak madrasah terpaksa membangun kelas tambahan secara swadaya. Sumbangan sukarela guru, pegawai, dan masyarakat dikumpulkan sedikit demi sedikit untuk mendirikan bangunan darurat agar anak-anak tidak terlantar dan tetap bisa belajar.
(Suasana belajar tetap semangat, meski di lokal atau ruang darurat)
Kepala MIN 1 Merangin, bapak M.Zhaharil Fikri, M.Pd ketika di temui di ruang kerjanya jumat, 20/08/2026 mengungkapkan, bahwa ini adalah bukti nyata cinta guru dan masyarakat terhadap pendidikan. Tanpa menunggu, mereka sudah bergerak. Tapi membangun madrasah tidak bisa hanya mengandalkan swadaya. Anak-anak ini adalah generasi penerus bangsa. Mereka berhak merasakan nikmat kemerdekaan dalam bentuk ruang belajar yang aman, nyaman, dan layak, ungkapnya.
Lebih lanjut beliau menyatakan, bahwa keluarga besar MIN 1 Merangin dengan hormat memohon kepada Kementerian Agama RI agar memprioritaskan pembangunan ruang kelas baru di madrasah ini. Kami juga berharap Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kabupaten Merangin dapat segera turun tangan. Begitu pula kepada pihak swasta, CSR, dan para dermawan yang peduli pendidikan, mari ulurkan tangan untuk anak-anak Merangin.
81 tahun merdeka seharusnya 81 tahun pula anak bangsa merdeka dari keterbatasan. MIN 1 Merangin siap mencetak generasi emas. MIN 1 Merangin siap mengharumkan nama Jambi dan Indonesia. Yang kami butuhkan hanya satu, ruang belajar yang layak. Mari bersama kita wujudkan, agar tidak ada lagi anak Indonesia yang belajar di bawah atap seng dan dinding papan di tahun kemerdekaan ini. Merdeka dari Darurat, tambahnya lagi (IR)
Tim Humas Madrasah
|
43x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...