
KEMENAG, MIN 1 MERANGIN:
Jumat, 14 Agustus 2026 suasana pagi di Simpang MIN 1 Merangin, RT. 21 Kelurahan Dusun Bangko kembali diwarnai kepadatan kendaraan. Seperti rutinitas setiap hari sekolah, ribuan orang tua dan siswa memadati akses jalan menuju madrasah. Deretan sepeda motor yang mengular, ditambah kendaraan warga yang melintas, membuat arus lalu lintas di depan gerbang madrasah nyaris tak bergerak. Mentari pagi yang mulai meninggi seakan menambah "panasnya" situasi di simpang tersebut.
Di tengah keramaian itu, dua sosok berseragam tampak paling sibuk. Mereka adalah Bapak Hayatullah dan Bapak Sajudi dua orang Satpam MIN 1 Merangin yang sejak pukul 06.30 WIB sudah bersiaga di titik rawan. Dengan peluit di tangan dan semangat di dada, keduanya berusaha mengatur arus keluar masuk kendaraan agar siswa bisa masuk kelas tepat waktu. Namun derasnya volume kendaraan membuat mereka terlihat "kuwalahan". Satu sisi harus memberi jalan untuk orang tua yang mengantar, sisi lain harus memberi prioritas pada siswa yang berjalan kaki.
Yang membuat suasana semakin hangat adalah kepedulian seluruh keluarga besar madrasah. Pantauan Tim Humas MIN 1 Merangin di lapangan mendapati tidak hanya Satpam yang turun tangan. Beberapa pegawai tata usaha dan guru piket juga dengan sigap ikut membantu. Ada yang mengatur parkir, ada yang menuntun siswa menyeberang, bahkan ada yang rela berdiri di tengah jalan untuk memberi isyarat kepada pengendara agar memperlambat laju kendaraannya. Kebersamaan ini menjadi bukti nyata bahwa keamanan siswa adalah tanggung jawab bersama.
Sebenarnya kemacetan di simpang ini bukan hal baru. Setiap jam 06.45 - 07.15 WIB, jalan sempit menuju MIN 1 Merangin memang menjadi "ujung tombak" pertemuan arus dari berbagai arah. Orang tua yang buru-buru mengantar, siswa yang berlarian, ditambah warga sekitar yang hendak beraktivitas, membuat titik ini selalu padat. Namun hari ini kepadatan terasa lebih panjang dari biasanya, mungkin karena banyaknya agenda madrasah di awal semester baru.
Di sela-sela mengatur, Bapak Hayatullah sempat menyampaikan himbauan dengan suara lantang, "Bapak/Ibu, mohon tertib ya. Turunkan anak di area yang sudah ditentukan, jangan berhenti di badan jalan. Demi keselamatan anak-anak kita bersama." Sementara Bapak Sajudi sibuk memberi aba-aba agar kendaraan bergantian masuk. Keringat membasahi seragam mereka, tapi senyum dan semangat tidak pernah padam. Dedikasi dua satpam ini patut diapresiasi karena merekalah garda terdepan dalam menjaga keselamatan warga madrasah.
Kepala MIN 1 Merangin, Bapak M. Zhaharil Fikri, M.Pd. yang juga memantau dari dalam madrasah menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak. "Kami sangat mengapresiasi kerja keras Bapak Satpam dan seluruh pegawai yang membantu. Ke depan kami akan terus berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan kepolisian untuk mencari solusi permanen, seperti pelebaran akses atau penjadwalan antar jemput yang bergilir," tegasnya. Pihak madrasah juga terus mengkampanyekan agar orang tua datang 10-15 menit lebih awal untuk menghindari penumpukan.
Kemacetan memang tidak bisa dihindari, tapi dengan semangat Gerak Aktif, Peduli dan Berkarakter, MIN 1 Merangin yakin bisa mengatasinya bersama. Peristiwa hari ini menjadi pengingat bahwa membangun budaya tertib berlalu lintas dimulai dari hal kecil: sabar, mengalah, dan saling menjaga. Semoga sinergi antara Satpam, pegawai, guru, orang tua, dan masyarakat sekitar terus terjalin. Karena di balik setiap kemacetan, ada cerita kepedulian yang membuat MIN 1 Merangin semakin kuat sebagai rumah kedua bagi anak-anak kita. (IR)
Kontributor Humas - Irman
|
217x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...