
Kemenag (MIN 1 Merangin) : Di balik tembok Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Merangin, tersembunyi potensi ekonomi yang terus tumbuh dan memberi manfaat nyata. Hamparan kebun sawit seluas setengah hektar yang berada tepat di belakang madrasah kini menjadi motor penggerak kemandirian melalui program Badan Usaha Milik Madrasah atau BUMM. Bukan hanya sekadar lahan kosong, kebun ini adalah wujud nyata semangat juang warga MIN 1 Merangin dalam mengelola aset untuk kemajuan pendidikan.
Kebun sawit produktif ini dikelola langsung oleh tim internal madrasah. Tampak dalam dokumentasi terbaru, Bapak Raden Daman, Staf PTSP sekaligus Staf Sarana dan Prasarana, bersama Bapak Sajudi, Satpam madrasah, sedang bahu-membahu memanen buah sawit. Dengan egrek di tangan dan semangat di dada, keduanya menunjukkan bahwa tidak ada pekerjaan yang hina selama diniatkan untuk membangun madrasah tercinta.
(Foto: Tampak Pegawai Madrasah Memanen sawit madrasah)
Keberadaan BUMM Kebun Sawit MIN 1 Merangin memiliki sistem pengelolaan yang transparan dan terencana. Hasil penjualan tandan buah segar tidak langsung habis dipakai. Prioritas pertama dana dialokasikan untuk kebutuhan operasional kebun itu sendiri, mulai dari pembelian pupuk, biaya tebas pelepah, hingga perawatan rutin agar produktivitas sawit tetap terjaga dan meningkat setiap musim panen.
Setelah kebutuhan kebun terpenuhi, sisa hasil usaha inilah yang menjadi berkah lebih besar. Dana tersebut masuk ke kas madrasah dan digunakan untuk menunjang berbagai kegiatan pendidikan dan pengembangan siswa. Mulai dari kegiatan ekstrakurikuler, perbaikan sarana prasarana, hingga membantu program-program yang belum tercover anggaran rutin dari pemerintah.
(Foto : Suasana kebun Sawit MIN 1 Merangin)
Kepala Madrasah melalui Korbid Sarana Prasarana, ibu HJ.Faridah Ainun, S.Pd.I menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja keras para pegawai yang terlibat. "Ini bukti bahwa MIN 1 Merangin tidak hanya fokus pada prestasi akademik dan keagamaan siswa, tetapi juga cerdas dalam mengelola sumber daya. Kebun setengah hektar ini adalah investasi masa depan anak-anak kita," ujarnya.
Model BUMM seperti ini diharapkan menjadi inspirasi bagi madrasah lain di Kabupaten Merangin. Dengan memanfaatkan lahan yang ada dan menggerakkan potensi SDM internal, madrasah bisa berdaya dan tidak sepenuhnya bergantung pada satu sumber dana. Kebun sawit di belakang madrasah ini menjadi simbol kemandirian, gotong royong, dan visi jangka panjang.
(Foto : Bapak Sajudi bersama bapak raden)
Dengan pengelolaan yang terus dibenahi, MIN 1 Merangin optimis bahwa BUMM Kebun Sawit akan terus berkembang. Setiap janjang sawit yang dipanen bukan hanya buah, tetapi juga harapan. Harapan untuk mencetak generasi Qur'ani yang cerdas, berakhlak mulia, dan didukung oleh madrasah yang mandiri secara ekonomi. Semangat inilah yang terus dijaga oleh seluruh keluarga besar MIN 1 Merangin. (IR)
Kontributor Humas - Irman
|
38x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...