
Kemenag (MIN 1 Merangin) : Kalender akademik boleh menandai libur semester genap sampai 12 Juli 2026, tapi semangat pelayanan di MIN 1 Merangin tidak pernah ikut libur. Selasa, 23 Juni 2026, pantauan awak humas menunjukkan madrasah tetap hidup. Gerbang dibuka tepat waktu, ruang PTSP menyala, dan senyum petugas menyambut setiap tamu yang datang. Libur bagi siswa dan guru mengajar memang iya, tapi libur dari melayani masyarakat, Tidak ada dalam kamus MIN 1 Merangin.
Suasana kelas memang hening. Papan tulis bersih, kursi tertata rapi, dan suara anak-anak mengaji untuk sementara diganti dengan kicau burung di halaman madrasah. Aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar istirahat sejenak memberi ruang pada guru dan siswa untuk memulihkan energi. Namun keheningan itu tidak berarti madrasah mati. Justru di balik sepi ruang kelas, denyut layanan administrasi berdetak lebih kencang dari biasanya. Inilah wajah lain madrasah, tetap hadir meski tanpa gemuruh pembelajaran.
Kepala MIN 1 Merangin, Bapak M. Zhaharil Fikri, M.Pd menegaskan bahwa layanan prima adalah janji yang harus ditepati setiap hari. Meskipun kalender akademik libur semester genap bagi siswa dan guru sampai tanggal 12 Juli 2026, MIN 1 Merangin tetap buka layanan Prima, ungkapnya saat ditemui awak humas. Baginya, madrasah bukan hanya tempat belajar, tapi juga rumah pelayanan. Ketika masyarakat butuh legalisir, butuh kepastian data, atau butuh arahan pendidikan, madrasah wajib ada di garda depan.
Agenda padat langsung terlihat di meja PTSP. Kegiatan Pendaftaran Murid Baru Pendaftar MIN 1 Merangin PMBM 2026 untuk calon siswa kelas 1 sedang berjalan. Para orang tua silih berganti datang membawa berkas, bertanya dengan cermat, dan pulang dengan kepastian. Di meja sebelah, tumpukan sertifikat TKA menunggu untuk diambil wali murid. Ada juga urusan legalisir ijazah, surat keterangan, dan layanan kependidikan lainnya yang tidak bisa ditunda hanya karena libur. Semua berjalan tertib, cepat, dan ramah.
Pantauan awak humas Selasa, 23 Juni 2026 tampak suasana madrasah tetap ramai, jelas kepala madrasah. Ramainya bukan karena barisan siswa, tapi karena antrian wali murid dan masyarakat yang percaya pada pelayanan MIN 1 Merangin. Mereka datang bukan sekadar urusan kertas, tapi menitipkan harapan. Dan harapan itu dijawab dengan kerja cepat pegawai yang tidak kenal kata libur. Setiap cap stempel yang dibubuhkan adalah bukti bahwa madrasah hadir untuk rakyat, kapan pun dibutuhkan.
Sesungguhnya kita ada kegiatan daftar ulang siswa baru kelas 1 yang menjadi agenda PMBM 2026, seterusnya layanan legalisir, pengambilan sertifikat TKA siswa, serta layanan kependidikan lainnya, ungkap beliau lagi. Setiap layanan dikelola dengan sistem antrean digital dan petugas yang siaga. Tidak ada berkas yang mangkrak, tidak ada pertanyaan yang menggantung. Filosofinya sederhana: kalau masyarakat butuh hari ini, kenapa harus menunggu besok? Itulah makna Prima yang selalu digaungkan kepala madrasah.
Seluruh pegawai tidak ada yang libur, maka PTSP tetap buka seperti hari biasa, tegas Bapak M. Zhaharil Fikri, M.Pd di akhir wawancara. Kalimat itu menutup segala keraguan. Libur semester adalah jeda untuk belajar, bukan jeda untuk mengabdi. MIN 1 Merangin membuktikan bahwa madrasah bermutu itu hadir 360 hari, bukan hanya 180 hari efektif belajar. Selama pintu masih terbuka, selama pegawai masih bekerja, maka kepercayaan masyarakat akan terus terjaga. Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia, bahkan saat libur. (Imah)
Kontributor Humas - Hasimah
|
33x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...