
KEMENAG (MIN 1 Merangin) : Senin dini hari, 22 Juni 2026, menjadi pagi yang penuh haru bagi keluarga besar MIN 1 Merangin. Tepat pukul 06.00 WIB atau sekitar jam 02.00 dini hari waktu Arab Saudi, para guru yang menunaikan ibadah haji tahun ini dilepas dari tanah suci. Langkah kaki mereka meninggalkan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi bukan akhir perjalanan spiritual, tapi awal dari bab baru, kembali ke rumah, ke kelas, dan ke pelukan orang-orang yang setia menunggu. Pesawat yang membawa mereka mengudara dengan misi suci, mengantarkan tamu Allah pulang dengan selamat.
Tujuan penerbangan kali ini adalah Bandara Internasional Hang Nadim Kota Batam. Dari sana para guru haji MIN 1 Merangin akan melanjutkan perjalanan ke Merangin, menyusul rindu keluarga yang sudah berhari-hari menanti di ujung telepon dan doa. Setiap bagasi yang dimuat ke pesawat bukan sekadar koper berisi oleh-oleh, tapi juga doa-doa yang dipanjatkan selama di tanah suci. Air mata yang jatuh saat thawaf wada kini berganti dengan senyum haru, karena sebentar lagi suara adzan dari kampung halaman akan kembali terdengar langsung, bukan lewat rekaman.
Kepulangan ini memang sudah ditunggu-tunggu. Di rumah, anak dan pasangan menghitung hari sejak kabar wukuf di Arafah tersebar. Di madrasah, rekan sejawat dan peserta didik menyiapkan karpet doa serta ruang yang lebih bersih untuk menyambut guru-guru mereka kembali mengajar. Tidak ada yang bisa menggantikan posisi seorang guru di ruang kelasnya sendiri. Karena itu setiap detik penantian terasa panjang, tapi indah. Keluarga besar MIN 1 Merangin sepakat, menyambut kepulangan haji adalah bentuk penghormatan berkah.
Sebelum pesawat lepas landas, doa-doa terbaik mengalir dari Kota Bangko. Kepala MIN 1 Merangin, Bapak M. Zhaharil Fikri, M.Pd dengan suara yang bergetar haru. Beliau menyampaikan doa semoga seluruh jamaah haji yang merupakan guru-guru MIN 1 Merangin diberikan kesehatan, keselamatan, dan kelancaran sampai ke tanah air, mereka ada Ibu Nurmala, S.Ag, Ibu Misnawati, S.Pd,I, Ibu Nuraida, S.Pd.I, dan Ibu Ramidah, S. Pd.I. Semoga Allah mudahkan perjalanan udara dan darat mereka, juga dijauhkan dari segala mara bahaya, dan dipertemukan kembali dengan keluarga dalam keadaan sehat wal afiat, ucapnya.
Perjalanan pulang dari tanah suci memang panjang dan melelahkan. Ada transit, ada antrean imigrasi, ada jeda waktu yang menguji kesabaran. Tapi lelah itu manis, karena status haji yang disandang bukan hanya gelar, melainkan amanah. Amanah untuk menjadi guru yang lebih sabar, lebih teladan, dan lebih dekat dengan murid-muridnya. Setiap pengalaman di Mina, Muzdalifah, dan Arafah kelak akan menjadi kisah yang menghidupkan pembelajaran agama di kelas. Murid-murid akan mendengar langsung bagaimana rasanya berdesakan menuju Jamarat dan menangis saat berdoa di hadapan Ka'bah.
Bandara Hang Nadim akan menjadi saksi pertama pelukan rindu itu. Di sanalah keluarga akan mencari wajah-wajah yang dirindukan di antara kerumunan jamaah. Tidak ada sambutan yang lebih hangat daripada pelukan pertama setelah berpisah berhari-hari demi panggilan Allah. Dari Batam, perjalanan udara di lanjutkan ke bandara Sulthan Thaha, selanjutnya melalui perjalanan darat, nanti akan dilanjutkan menuju Merangin. Setiap kilometer yang ditempuh adalah jarak yang mendekatkan mereka pada ruang guru, pada meja belajar, dan pada senyum anak didik yang sudah kangen.
Selamat datang kembali ke tanah air, guru-guru hebat MIN 1 Merangin. Semoga haji yang mabrur ini membawa keberkahan untuk pribadi, keluarga, madrasah, dan seluruh peserta didik. Perjalanan spiritual telah selesai, kini giliran perjalanan pengabdian berlanjut. Dengan hati yang baru dan semangat yang diperbarui, mari kita isi ruang kelas dengan ilmu yang teduh, akhlak yang indah, dan doa yang istiqamah. MIN 1 Merangin menanti dengan rindu dan bangga. (IR)
Kontributor Humas MIN 1 Merangin - Irman
#Kenenag
#KanwilKemenagJambi
#MIN1Merangin
|
71x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...