
KEMENAG (MIN 1 Merangin) : Hujan deras yang mengguyur Kota Bangko sejak pagi tidak menyurutkan semangat keluarga besar MIN 1 Merangin pembagian raport semester. Jumat, 19 Juni 2026. Langit memang mendung sejak subuh, rintik air mengetuk jendela madrasah seakan memberi isyarat bahwa hari itu akan berbeda dari biasanya. Namun perbedaan itu justru melahirkan cerita tersendiri tentang bagaimana komitmen, kesabaran, dan kekompakan mampu mengalahkan gangguan cuaca. Pembagian raport yang semula direncanakan di awali Apel pagi penuh khidmat di lapangan, akhirnya berubah menjadi narasi adaptasi yang rapi dan penuh makna.
Meskipun rencana awal sudah disusun rapi, apel pagi pukul 08.00 WIB, pembacaan pengumuman libur, pengumuman pemenang lomba classneting, lalu pembagian raport di kelas ahirnya berubah total. Karena alam punya skenarionya sendiri. Rintik hujan yang semula tipis berubah menjadi gerimis yang tak kunjung reda. Panitia dengan sigap menunda apel resmi karena keselamatan dan kenyamanan siswa tetap jadi prioritas utama. Para wali murid yang sudah hadir pun diminta bersabar, sambil menunggu siswa makan MBG yang disediakan di pendopo madrasah. Suasana tetap hangat, tidak ada keluhan, karena semua memahami bahwa hujan adalah bagian dari ujian kesabaran.
(Foto : Siswa di dampingi orang tua)
Sampai pukul 09.30 WIB, hujan masih setia menemani. Tidak ada tanda-tanda akan berhenti dalam waktu dekat. Di titik inilah kepemimpinan diuji. Pihak madrasah mengambil inisiatif cepat, pembagian raport dilaksanakan terlebih dahulu di dalam ruang belajar masing-masing. Guru wali kelas menyambut orang tua dan anak didik dengan senyuman, lalu satu per satu raport diserahkan. Momen itu justru terasa lebih personal. Tidak ada keramaian lapangan, tapi ada percakapan hangat antara guru dan wali murid tentang perkembangan, catatan, dan harapan untuk semester depan. Justru dari ruang-ruang kelas itulah energi positif menyebar.
Alhamdulillah, tepat pukul 10.15 WIB langit Kota Bangko mulai bersahabat. Awan berangsur menipis dan sinar matahari menembus sela-sela daun. Isyarat itu langsung ditangkap panitia. Siswa yang raportnya sudah diterima diminta berkumpul tertib di lapangan madrasah. Kondisi yang masih basah tidak menjadi penghalang. Barisan terbentuk rapi, ada juga siswa baju seragamnya basah di bagian ujung tetap dikenakan dengan bangga. Momen ini menjadi simbol, setelah sabar menunggu, giliran kita merayakan. Lapangan yang semula sepi kini hidup dengan sorak kecil dan tatapan antusias anak-anak.
(Suasana Apel, Siswa mendengar pengumuman)
Saat arahan kepala madrasah dimulai, suasana berubah hening. Semua siswa fokus mendengarkan, tidak ada yang berbisik. Bapak M. Zhaharil Fikri, M.Pd. menyampaikan pesan dengan tenang namun tegas. Beliau mengapresiasi kerja keras siswa, guru, dan orang tua selama satu semester penuh. Anak-anakku, capaian hari ini adalah hasil dari disiplin dan doa yang tidak pernah putus. Jaga ilmu yang sudah didapat, dan gunakan libur ini untuk istirahat yang berkualitas, ucapnya. Suaranya menggema, seakan menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya soal nilai, tapi juga soal karakter.
Pengumuman jadwal libur menjadi momen yang paling ditunggu. Dengan suara yang jelas, kepala madrasah menegaskan bahwa libur semester akan berlangsung sampai tanggal 12 Juli 2026. Jangan lupa anakku semua, kita akan masuk KBM lagi pada tanggal 13 Juli 2026, tambahnya, disambut anggukan semangat dari barisan siswa. Informasi itu bukan sekadar tanggal, tapi penanda jeda yang sehat. Bagi siswa artinya waktu untuk memulihkan energi, membantu orang tua. Bagi guru artinya waktu untuk menyiapkan strategi pembelajaran yang lebih baik lagi.
(Foto: Guru Kelas bersama Siswa saat pembagian raport)
Suasana lapangan yang semula tenang mendadak berubah tegang, tapi tegang yang menyenangkan. Pengumuman juara lomba classmeeting dibacakan satu per satu. Nama-nama pemenang tenis meja, badminton, senam kebugaran, lomba makan kerupuk, hingga sayembara website tahun 2026 disebut dengan lantang. Setiap nama yang dipanggil disambut tepuk tangan meriah. Ada yang berlari kecil ke depan untuk menerima hadiah, ada yang menunduk malu tapi senyumnya lebar. Lomba-lomba itu membuktikan bahwa madrasah tidak hanya mencetak siswa cerdas di kelas, tapi juga sehat, kreatif, dan berani tampil.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin salah satu guru, memohon keberkahan untuk jeda semester dan keselamatan dalam perjalanan pulang. Setelah amin terakhir, seluruh siswa, guru, dan wali murid berkumpul untuk sesi foto bersama. Kamera mengabadikan senyum lepas di bawah langit yang sudah cerah. Hujan pagi tadi seolah hanya menjadi latar pembuka cerita, bukan penghalang. MIN 1 Merangin kembali menunjukkan bahwa setiap tantangan bisa diubah jadi kenangan manis. (IR)
Kontributor Humas - Irman
#Kemenag
#KanwilKemenagJambi
#MIN1Merangin
|
56x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...