
KEMENAG (MIN 1 Merangin) : Suasana ruang tamu kepala MIN 1 Merangin pagi jum'at, 19 juni 2026 berbeda. Bukan rapat kaku dengan berkas menumpuk, tapi obrolan santai berbalut canda. Tawa Kepala Madrasah, Bapak M. Zhaharil Fikri, M.Pd dan Sekretaris Komite, Bapak Hengki Bramantara sesekali pecah di sela hirupan kopi panas. Tapi di balik ringan obrolan itu, tersimpan agenda besar untuk masa depan madrasah.
Ngopi Jumat ini bukan sekadar tradisi silaturahmi. Bagi Kamad MIN 1 Merangin, bapak Fikri dan Pak Hengki selaku sekretaris komite, secangkir kopi jadi pemantik ide. Sambil menikmati pahit-manisnya, keduanya membedah satu per satu kebutuhan madrasah. Yang dibahas bukan hal sepele, WC ramah anak, ruang kelas darurat, hingga penyempurnaan fasilitas penunjang pembelajaran. Semua dirancang agar MIN 1 Merangin makin nyaman ditempati guru dan siswa.
(Foto: Kepala Madrasah ngobrol bersama Sekretaris Komite)
Keduanya sepakat, fasilitas baik tidak akan jatuh dari langit. Butuh kolaborasi. Madrasah hebat lahir dari tangan banyak orang, ujar kepala madrasah. Komite melalui Sekretarisnya menegaskan siap mengajak wali murid turun bersama. Karena pendidikan anak bukan urusan guru saja, tapi tanggung jawab bersama, madrasah, Wali murid dan masyarakat.
PR besar yang mengganjal hari ini langsung diurai, kekurangan rombel. Ada 10 rombel masih kurang, ungkap Kepala madrasah. Artinya, daya tampung siswa terbatas padahal animo masyarakat ke MIN 1 Merangin terus naik. Tanpa ruang kelas tambahan, mimpi Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia bisa terhambat di pintu gerbang.
Tak hanya ruang kelas, sarana ibadah juga jadi catatan khusus. Musholla Al Ikhlas yang sedang dibangun memang dikebut, tapi masih butuh perhatian dan dukungan lanjutan. Musholla bukan sekadar atap dan lantai, ia adalah pusat ruh madrasah. Tempat sujud, tempat doa, tempat anak-anak belajar adab. Karenanya, perhatian untuk musholla tidak boleh setengah hati.
(Foto: Sambil Ngopi, Bahas Program Madrasah yang lebih baik)
Dalam obrolan itu, bapak Fikri melempar harapan besar, Moga kita semua warga madrasah guru, pegawai, wali murid, warga sekitar, pemerintah, swasta, hingga pemerhati pendidikan bisa berpartisipasi. Maka peran komite madrasah sangat diperlukan. Satu batu, satu semen, satu doa dari kita semua, insyaAllah jadi amal jariyah. Ajakan itu terdengar ringan, tapi menggugah tanggung jawab moral.
Pak Hengki, mewakili Ketua Komite, menegaskan komitmennya. Komite akan berusaha bersama wali murid untuk berpartisipasi aktif. Kita bukan hanya memberi, tapi ikut mengawal sampai program ini terwujud, ungkapnya mantap. Komite dan madrasah kini satu barisan, satu irama, satu tujuan. kita telah buktikan, program panggung serbaguna yang di gagas komite bersama wali murid, Alhamdulillah telah di manfaatkan madrasah, ungkap sekretaris komite.
Pantauan awak humas, Obrolan ditutup dengan doa dan senyum. Moga koordinasi ini memberi barakah, kata bapak Fikri. Obrolan sambil minum kopi, membawa manfaat. Koordinasi Komite dan kepala madrasah membuka solusi madrasah selama ini yang harus di pikul bersama, yaitu sinergi antara pihak madrasah dan komite. Insya Allah program tersusun rapi dan terukur. Dari ruang tamu yang sederhana itu, lahir langkah besar. Karena di MIN 1 Merangin, perubahan besar sering dimulai dari canda tawa dan secangkir kopi Jumat. (IR)
Kontributor: Humas MIN 1 Merangin - Irman
|
36x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...