
KEMENAG (MIN 1 Merangin) Suasana ceria dan penuh kehangatan mewarnai hari kedua pelaksanaan Observasi Kesiapan Belajar bagi calon siswa baru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Merangin. Berbeda dari hari sebelumnya, pelaksanaan observasi kali ini berlangsung dengan pendekatan yang jauh lebih interaktif. Anak-anak tidak lagi merasa tegang atau cemas, melainkan justru tampak menikmati setiap proses yang dikemas secara edukatif dan menyenangkan.
Sejak pagi hari, gerbang madrasah sudah dipenuhi oleh riuh tawa dan langkah kaki ceria para calon peserta didik. Perubahan atmosfer ini tidak lepas dari kesiapan matang pihak madrasah yang ingin memberikan kesan pertama yang mendalam dan positif bagi anak-anak. Ruang-ruang observasi yang biasanya formal, disulap menjadi ruang bermain sekaligus belajar yang sangat bersahabat.
(Foto : Kamad Pantau Observasi Hari kedua)
Para guru yang bertindak sebagai tim observasi tampil luar biasa dengan komitmen penuh untuk selalu membersamai anak-anak sepanjang kegiatan. Tanpa sekat jarak, mereka membaur dalam dunia anak, mengajak berkomunikasi lewat media gambar, bercerita, hingga permainan edukatif yang memicu kreativitas. Pendekatan persuasif ini berhasil mencairkan suasana kaku yang kerap menakutkan bagi anak usia dini.
Senyum tulus dan tatapan penuh rasa kasih sayang menjadi modal utama para pendidik dalam menyambut setiap calon siswa yang datang. Setiap kali ada anak yang merasa malu atau ragu untuk melangkah, dengan sigap para guru memberikan pelukan hangat, motivasi, serta sapaan ramah yang menenangkan hati. Rasa kasih sayang yang tulus ini terbukti mampu membangkitkan rasa percaya diri anak secara instan.
(Foto: Ketua PMBM Pantau Observasi)
Ketua Panitia Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM), Bapak Ade Murja, S.Pd.I., memberikan apresiasi tinggi terhadap jalannya kegiatan di hari kedua ini. Beliau menyatakan bahwa memang kondisi hari kedua dirancang agar para guru jauh lebih welcome dan adaptif dengan karakteristik anak-anak. Menurutnya, evaluasi dari hari pertama menjadi kunci utama dalam menghadirkan formulasi observasi yang lebih humanis dan menyentuh sisi psikologis anak.
Bapak Ade Murja juga menambahkan bahwa kenyamanan anak adalah prioritas utama agar potensi asli mereka dapat terlihat dengan optimal. Ketika anak merasa aman dan diterima dengan baik, mereka akan lebih spontan dalam menunjukkan kemandirian, kemampuan bersosialisasi, serta kesiapan motorik maupun kognitifnya. Hal inilah yang membuat dinamika hari kedua terasa jauh lebih hidup dan mengalir tanpa beban.
(Foto : Suasana Observasi Penuh Humanis, Ka.Perpustakaan Minsamer mengenakan baju merah, Penuh senyum)
Sementara itu, Kepala MIN 1 Merangin, Bapak M. Zhaharil Fikri, M.Pd., memastikan bahwa Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) tahun ini memang betul-betul dilakukan secara selektif. Di tengah tingginya antusiasme masyarakat, pihak madrasah berkomitmen menjaga mutu dan objektivitas. Kendati begitu, instrumen yang digunakan tetap disesuaikan dengan tahap perkembangan usia anak tanpa mengabaikan aspek kebahagiaan mereka.
Proses observasi yang menyenangkan ini diharapkan dapat melahirkan generasi baru MIN 1 Merangin yang tidak hanya siap secara akademis, tetapi juga memiliki mental yang sehat dan ceria. Melalui sinergi yang baik antara ketegasan, Humanis dan kelembutan kasih sayang para guru, MIN 1 Merangin terus membuktikan diri sebagai madrasah unggulan yang ramah anak dan menjadi pilihan utama bagi para orang tua di Kabupaten Merangin. (IR)
Kontributor Humas MIN 1 Merangin - Irman
#Kemenag
#KanwilKemenagJambi
#MIN1Merangin
Media Madrasah, Terdepan & Terpercaya
|
189x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...