
Kemenag ( Humas MIN 1 Merangin) : Semangat gotong royong membangun masa depan pendidikan kembali menyala di MIN 1 Merangin. Kali ini kabar menggembirakan datang dari salah satu wali murid, orang tua Rafki Riyanto dan Irdina darwinsyah Agilla yang menyisihkan rezekinya sebesar Rp7.000.000 untuk pembangunan ruang kelas darurat madrasah jum'at 12/06/2026. Dua orang anak yang didik di Madrasah ini, sebagai harapan besar bagi keluarganya. Maka Infaqnya ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap pendidikan tidak hanya milik guru dan pemerintah, tapi juga tumbuh subur di hati orang tua siswa, mengigat pentingnya anaknya menuntut ilmu dengan fasilitas yang layak.
Sebenarnya, semangat itu sudah lebih dulu menyala dari dalam. Sebelum infaq wali murid masuk, guru dan pegawai MIN 1 Merangin lebih dulu menginisiasi pembangunan Ruang Kelas Darurat secara sukarela. Mereka sepakat menyisihkan gaji ke-13 masing-masing untuk tabungan akhirat. Dengan keikhlasan luar biasa, terkumpul dana lebih dari Rp.37 juta. Ada yang berinfaq Rp500 ribu, ada pula yang sampai Rp1 juta. Tidak ada paksaan, hanya ada hati yang ingin berbagi untuk kenyamanan anak didiknya.
(Foto Ananda Rafki & Irdina)
Langkah guru dan pegawai itu ternyata menular seperti cahaya. Ketika para wali murid mendengar bahwa para pendidik rela memotong penghasilan sendiri demi ruang belajar anak-anak, hati mereka pun tergerak. Mendengar guru dan pegawai ikhlas menyisihkan rezekinya untuk tabungan akhirat, salah satu wali murid orang tua Ananda Rafki Riyanto dan ananda Irdina Darwinsyah Agilla juga ambil bagian. Tidak tanggung-tanggung, beliau menyisihkan rezekinya berupa uang 7 juta untuk pembangunan lokal belajar siswa, ungkap salah satu dewan guru. Air mata haru rasanya tak bisa dibendung.
Kepala MIN 1 Merangin, Bapak M. Zhaharil Fikri, S.Pd.I, M.Pd, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kepedulian luar biasa ini. Beliau tidak henti mendoakan orang tua Rafki dan irdina sekeluarga. Saya bersyukur atas bantuan ini. Semoga orang tuanya Rafqi dan Irdina sekeluarga diberi keberkahan rezeki oleh Allah SWT. Moga ini menjadi amal jariyah baginya, sebagai tabungan akhiratnya nanti, ucap Kamad dengan suara bergetar. Doa itu mengalir tulus dari seorang pendidik kepada orang tua yang hatinya selembut sutra.
(Foto : Suasana Goro Guru Minsamer)
Di balik sumbangan ini, ada tantangan besar yang sedang dihadapi MIN 1 Merangin. Minat masyarakat menyekolahkan anak di madrasah ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Namun, peningkatan jumlah siswa tidak berbanding lurus dengan jumlah ruang kelas yang tersedia. Keterbatasan sarana prasarana ruang belajar menjadi pekerjaan rumah bersama. Tingginya minat masyarakat ingin anaknya sekolah di MIN 1 Merangin menjadikan tantangan baru atas keterbatasan sarana prasarana ruang belajar, terang Kamad Fikri.
Kepala madrasah berharap kepedulian ini menjadi gelombang yang terus membesar. Moga banyaknya kepedulian warga madrasah, para pemerhati pendidikan, pemerintah bisa mencari solusi ini, tambahnya. Beliau meyakini, ketika hati masyarakat, pemerintah, dan madrasah bersatu, tidak ada keterbatasan yang tidak bisa diatasi. Rombel darurat hari ini adalah bukti bahwa solusi bisa lahir dari keikhlasan, bukan hanya dari anggaran.
MIN 1 Merangin sendiri memang dikenal sebagai madrasah yang menanamkan karakter peduli sejak dini. Salah satu program unggulannya bernama GESIT, Gerakan Sedekah Istiqomah. Setiap kali guru menerima sertifikasi, mereka menyisihkan rezeki untuk pembangunan musholla, gerakan sosial duka cita, dan bantuan warga madrasah yang sakit. Program ini berjalan sukarela, tanpa paksaan, namun hasilnya luar biasa karena dilakukan istiqomah.
(Foto: Suasana Goro Guru Minsamer 12/06/2026)
Untuk siswa, madrasah juga punya program Doa Ibu yaitu Donasi Infaq Seribu bagi yang mampu. Setiap Jumat pagi, siswa yang punya jajan lebih boleh menyisihkan maksimal seribu rupiah ke kotak amal. Bagi yang tidak punya uang, tidak diwajibkan. Infaq seribu itu kemudian dikumpulkan untuk pembangunan musholla madrasah. Sehingga guyur-guyur musholla terus berjalan pembangunannya, kata Kamad. Anak-anak pun belajar bahwa berbagi itu indah, walau hanya seribu.
Terakhir, Kepala madrasah juga mengajak siapa pun untuk bergabung melalui program Doa Ayah yaitu Donasi Amal Jariyah. Siapa saja, dari mana saja, boleh berinfaq untuk musholla dan lokal darurat madrasah. Beliau menutup dengan pesan yang menohok hati, Pendidikan yang layak harus layak sarana dan prasarananya. Tanggung jawab pendidikan bukan hanya pemerintah saja, akan tetapi menjadi tanggung jawab kita semua. Kita ingin generasi emas terwujud sepuluh, bahkan dua puluh tahun yang akan datang. Infaq 7 juta dari orang tua ananda Rafki dan irdina hari ini adalah benih generasi emas itu. (IR)
Redaktur/Editor: Irman
Jurnalis : Afdal, Raden, Hasimah, Mardiah, Putri.
Humas MIN 1 Merangin
Media Madrasah, Terdepan & Terpecaya.
|
100x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...