
MERANGIN Humas Minsamer Animo masyarakat menyekolahkan anak di MIN 1 Merangin terus meningkat dari tahun ke tahun. Madrasah yang berlokasi di jantung Kota Bangko ini kini menjadi satu-satunya Madrasah Ibtidaiyah Negeri dalam kota yang menjadi tujuan utama orang tua. Tercatat hingga hari ini jumlah siswa yang belajar di MIN 1 Merangin hampir menyentuh angka 900 orang. Angka ini membuktikan kepercayaan masyarakat terhadap mutu pendidikan dan pembinaan karakter yang dijalankan madrasah.
Namun di balik kebanggaan itu, muncul dilema yang cukup serius. Ruang belajar yang tersedia saat ini tidak sebanding dengan jumlah siswa yang terus bertambah. Beberapa kelas terpaksa menggunakan ruang darurat yang kondisinya jauh dari kata layak. Kondisi ini membuat proses belajar mengajar tidak bisa berjalan optimal, terutama saat cuaca panas dan hujan yang mengganggu konsentrasi siswa.
Koordinator Pendidikan Bidang Sarana dan Prasarana MIN 1 Merangin, Ibu Hj. Faridah Ainun, S.Pd,I membenarkan adanya beberapa ruang kelas berstatus darurat. Ada ruang yang lantainya masih semen kasar tanpa plapon, ada juga yang berdinding papan. Kalau hujan angin kencang, guru dan siswa harus waspada, ungkapnya saat ditemui di madrasah. Menurutnya, fasilitas seperti ini tentu tidak ideal untuk anak-anak yang sedang dalam masa tumbuh kembang dan butuh lingkungan belajar yang nyaman.
Kondisi fisik ruang kelas yang memprihatinkan berdampak langsung pada kualitas KBM. Guru sering kali harus menyesuaikan metode mengajar agar siswa tetap fokus. Suara bising dari luar, debu, hingga suhu ruangan yang tidak stabil menjadi tantangan harian. Padahal, MIN 1 Merangin dikenal aktif dalam berbagai program literasi, tahfidz, dan ekstrakurikuler yang membutuhkan ruang yang kondusif.
Menyikapi kondisi ini, Kepala MIN 1 Merangin, Bapak M. Zhaharil Fikri, M.Pd, mengajak seluruh pemerhati pendidikan untuk ikut peduli. Beliau berharap pihak berwenang, terutama Kanwil Kemenag Provinsi Jambi, Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kabupaten Merangin, pihak swasta, para Dermawan dapat membantu mencarikan solusi konkret. Kami ingin setiap anak Merangin mendapat ruang belajar yang layak. Kalau sarana memadai, semangat belajar dan prestasi siswa pasti meningkat, ujarnya dengan nada optimis.
Ketika ditemui di ruang kerjanya pada Kamis, 21 Mei 2026, Kamad juga menyampaikan bahwa masalah ini sudah berdampak pada penerimaan siswa baru tahun ajaran 2026/2027. Dengan jumlah pendaftar yang terus meningkat, MIN 1 Merangin harus menambah beberapa ruang kelas agar kegiatan belajar mengajar bisa berjalan maksimal. Tanpa penambahan ruang, madrasah terancam membatasi daya tampung dan menolak calon siswa.
Dalam situasi ini, peran komite madrasah juga sangat diharapkan. Kamad mengajak komite bersama wali murid dan alumni untuk mencari solusi yang tepat, baik melalui gotong royong, penggalangan dana, maupun koordinasi dengan pihak pemerintah. Pendidikan yang layak adalah hak setiap anak bangsa. Kami yakin, dengan kebersamaan, masalah ruang belajar ini bisa teratasi, tegasnya.
Dengan semangat gotong royong dan dukungan berbagai pihak, MIN 1 Merangin optimis mampu keluar dari keterbatasan ini. Harapannya, dalam waktu dekat pembangunan ruang kelas baru bisa segera direalisasikan. Sehingga siswa dapat belajar dengan tenang, guru mengajar dengan nyaman, dan MIN 1 Merangin tetap menjadi madrasah kebanggaan masyarakat Merangin yang melahirkan generasi cerdas, berakhlak, dan berdaya saing. (IR)
|
62x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...