
MERANGIN Humas Minsamer— Layanan jemput bola kembali menyapa MIN 1 Merangin. Pada Rabu, 20 Mei 2026 tepat pukul 08.00 WIB, Tim dari Kantor Dukcapil Merangin tiba di halaman madrasah untuk menyelesaikan perekaman dan pembuatan Identitas Kependudukan Digital bagi siswa dan guru. Kehadiran petugas disambut antusias oleh dewan guru, pegawai, dan wali kelas yang sudah menyiapkan berkas sejak pagi. Agenda ini menjadi langkah nyata mempermudah akses administrasi kependudukan tanpa harus jauh-jauh ke kantor Dukcapil.
Tim Dukcapil fokus mengumpulkan data siswa berupa foto terbaru, fotokopi Kartu Keluarga, dan fotokopi Akta Kelahiran untuk penerbitan Kartu Identitas Anak atau KIA. Satu per satu siswa kelas 1 hingga 6 dipanggil bergiliran sesuai jadwal yang telah disusun pihak madrasah. Proses berjalan tertib di ruang tamu kepala madrasah.
Respons positif langsung terlihat dari guru dan pegawai MIN 1 Merangin. Banyak dari mereka yang ikut memanfaatkan momentum ini untuk mengurus Identitas Kependudukan Digital keluarga. “Kalau bisa sekaligus, kenapa tidak. Daripada bolak-balik ke kantor dukcapil, mending sekalian dibantu di madrasah,” ujar salah bapak suhendri, S.Pd.I Suasana kekeluargaan membuat proses pendataan terasa ringan meski antrean cukup panjang.
Yang menarik, tim Dukcapil tidak hanya melayani pembuatan KIA. Mereka juga membimbing para guru untuk menginstal aplikasi Identitas Kependudukan Digital atau IKD di ponsel masing-masing. Pendampingan dilakukan secara langsung, mulai dari mengunduh aplikasi di Play Store, membuka menu aktivasi, hingga verifikasi wajah dan sidik jari. Guru-guru yang sebelumnya asing dengan KTP digital kini jadi lebih paham langkah-langkahnya.
Dengan menginstal aplikasi tersebut, langkah selanjutnya adalah memasukkan Nomor Induk Kependudukan atau NIK, lalu mengikuti beberapa tahapan verifikasi biometrik. Petugas Dukcapil menjelaskan setiap tahap dengan sabar agar tidak ada guru yang salah input data. Proses ini memang memerlukan koneksi internet stabil dan ponsel dengan kamera yang memadai, namun sebagian besar kendala bisa diatasi langsung di tempat dengan bantuan tim teknis.
Tim Dukcapil pun menjelaskan bahwa melalui IKD, seluruh data keluarga sudah terintegrasi dalam satu aplikasi. KTP digital, Kartu Keluarga, status perkawinan, hingga data anggota keluarga bisa diakses kapan saja tanpa membawa dokumen fisik. Kemudahan ini sangat membantu guru yang sering membutuhkan data untuk urusan sekolah anak, BPJS, maupun layanan pemerintah lainnya. “Sekali masuk aplikasi, semua data keluarga sudah ada,” jelas salah satu petugas sambil menunjukkan tampilan dashboard IKD.
Bagi MIN 1 Merangin, kegiatan ini lebih dari sekadar pendataan. Ini adalah bentuk kolaborasi nyata antara madrasah dan pemerintah daerah dalam mempercepat transformasi layanan digital. Kepala Madrasah, Bapak M. Zhaharil Fikri, M.Pd mengapresiasi pelayanan jemput bola tersebut. Menurutnya, kemudahan akses administrasi akan berdampak langsung pada kelancaran proses belajar mengajar, terutama saat dibutuhkan data siswa untuk bantuan PIP, akreditasi, maupun pendaftaran jenjang selanjutnya.
Kegiatan selesai menjelang siang, adapun ratusan data siswa dan guru yang berhasil direkam. Tim Dukcapil Merangin menutup layanan dengan pesan agar MIN 1 Merangin terus menginformasikan jika ada siswa yang belum memiliki KIA dan IKD. Dengan identitas digital yang lengkap, siswa dan guru Minsamer kini siap melangkah lebih mudah di era pelayanan publik tanpa kertas. (IR)
|
28x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...