
Merangin, Humas MIN 1Merangin : Ruang Guru MIN 1 Merangin pada Selasa, 12 Mei 2026 menjadi saksi berlangsungnya Rapat Koordinasi yang cukup maraton dan penuh dinamika. Dipimpin langsung oleh Kepala MIN 1 Merangin, Bapak M. Zhaharil Fikri, S.Pd.I, M.Pd, rapat yang melibatkan seluruh dewan guru dan pegawai tersebut berjalan selama tujuh jam penuh, dimulai pukul 09.00 WIB dan baru berakhir menjelang sore pukul 16.00 WIB. Jalannya rapat dipandu oleh Korbid Humas, Bapak Irman, S.Pd.I.Bapak Irman membuka rapat dengan membacakan lima agenda utama yang menjadi fokus pembahasan, yaitu Disiplin Pegawai, Evaluasi Kinerja Guru dan Pegawai, Capaian Visi Misi Madrasah, Penerimaan Murid Baru Madrasah atau PMBM, serta hal-hal lain yang dianggap perlu. Kelima poin ini menjadi kompas yang mengarahkan diskusi sepanjang hari.
Dalam arahannya, Kepala Madrasah Bapak M. Zhaharil Fikri, S.Pd.I, M.Pd menegaskan kembali komitmen utama seluruh warga Minsamer. Beliau mengajak semua guru dan pegawai untuk tidak pernah berhenti meningkatkan kualitas madrasah, terutama dalam memberikan layanan pendidikan yang profesional kepada siswa dan wali murid. Menurutnya, profesionalitas bukan sekadar jargon, tetapi harus menjadi napas dalam setiap tindakan, baik di kelas maupun dalam tugas administrasi. Lebih tegas lagi, Kamad mengingatkan bahwa seluruh ASN di lingkungan MIN 1 Merangin harus senantiasa mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.
Beliau meminta agar para pendidik lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan potensi yang dimiliki setiap siswa. Guru tidak boleh terjebak pada metode klasikal semata, tetapi harus mampu menjadi fasilitator yang menggali bakat, minat, dan kecerdasan majemuk anak didik. Anak-anak kita punya potensi luar biasa, tugas kita menemukannya, tegas beliau. Satu hal penting yang disampaikan Kamad dan menjadi perhatian seluruh peserta rapat adalah arah kebijakan kurikulum ke depan.
Selain membahas kurikulum, rapat juga menghasilkan komitmen bersama yang kuat terkait pembinaan karakter siswa. Seluruh peserta sepakat untuk mengoptimalkan kembali peran kegiatan ekstrakurikuler sebagai wadah pembentukan karakter. Ekstrakurikuler Pramuka, Dramband, dan Hadroh akan mendapat perhatian dan pembinaan yang lebih intensif. Begitu pula dengan kegiatan-kegiatan madrasah lainnya yang dinilai mampu membentuk kepribadian siswa yang berakhlak mulia dan berprestasi. Namun, suasana rapat mulai menghangat ketika memasuki pembahasan agenda keempat, yaitu Penerimaan Murid Baru Madrasah atau PMBM. Panitia PMBM sebelumnya telah menargetkan untuk menerima 5 rombongan belajar sesuai dengan data Emis, dengan total maksimal 140 siswa baru. Target ini didasarkan pada animo masyarakat yang sangat tinggi untuk menyekolahkan putra-putrinya di MIN 1 Merangin.
Perdebatan alot pun tak terhindarkan ketika realita sarana prasarana dihadapkan dengan target tersebut. Beberapa guru menyuarakan kekhawatiran bahwa kapasitas ruang kelas yang ada saat ini belum memadai untuk menampung 5 rombongan belajar sekaligus. Kekhawatiran ini sangat beralasan, mengingat hingga saat ini MIN 1 Merangin masih menerapkan sistem lokal siang untuk siswa kelas 3 dan kelas 4 yang masuk pukul 11.20 WIB dan baru pulang pukul 17.10 WIB. Analisis tajam disampaikan oleh Ibu Lini Marlina, S.Pd.I yang melakukan simulasi, mengingat tahun 2027 penilaian Akreditasi Madrasah, jika seluruh siswa dimasukkan pagi. Hasilnya cukup mengejutkan. MIN 1 Merangin membutuhkan setidaknya 10 ruang belajar baru lagi agar seluruh siswa bisa belajar di pagi hari dan sistem lokal siang dapat dihapuskan. Data ini membuat forum rapat terdiam sejenak, menyadari besarnya tantangan yang dihadapi madrasah dalam hal infrastruktur.
Melihat dinamika yang semakin panas dan waktu Zuhur telah tiba, Bapak Irman selaku pimpinan sidang memutuskan untuk menskor rapat untuk Ishoma hingga pukul 13.30 WIB. Keputusan skorsing ini diambil agar seluruh peserta dapat menenangkan pikiran, melaksanakan ibadah, dan makan siang sehingga dapat melanjutkan diskusi dengan kepala dingin dan hati yang lebih jernih. Tepat pukul 13.30 WIB, rapat kembali dilanjutkan dengan agenda yang sama. Setelah melalui berbagai pertimbangan, forum akhirnya menyepakati bahwa pembahasan final terkait jumlah PMBM dipending dan akan dibahas kembali secara khusus dalam waktu dua minggu ke depan. Keputusan ini diambil mengingat kompleksitas masalah kekurangan ruang belajar yang tidak bisa diputuskan secara terburu-buru dan membutuhkan kajian mendalam serta koordinasi dengan pihak Kantor Kemenag.
Hitung-hitungan teknis disampaikan oleh Korbid Kurikulum, Bapak M. Ridwan, S.Pd.I. Beliau mengungkapkan bahwa jika tetap ingin menerima 5 rombongan belajar, maka minimal MIN 1 Merangin harus menambah 3 ruang belajar baru yang layak dan memenuhi standar. Tanpa tambahan ruang tersebut, pemaksaan penerimaan 5 rombel hanya akan menurunkan mutu layanan dan membuat siswa tidak nyaman dalam belajar. Di luar perdebatan soal PMBM, beberapa agenda lain justru berjalan mulus dan lancar. Pembentukan Tim Penjamin Mutu Madrasah atau TPMM, pengaktifan kembali Organisasi Siswa Intra Madrasah atau OSIM, serta Tim Pembina OMI berhasil disepakati tanpa perdebatan berarti. Bapak Jalil, S.Pd.I di nobatkan sebagai ketua TPPM. (IR)
|
39x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...