
Merangin, Humas Minsamer: Sabtu 02/05/2026 Lapangan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Merangin mendadak berubah menjadi panggung nostalgia dan reuni bersejarah. Upacara bendera peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2026 yang digelar pagi itu tidak hanya menjadi seremoni tahunan untuk mengenang jasa Ki Hadjar Dewantara, tetapi juga menjelma menjadi ajang silaturrahim langka empat tokoh sentral yang pernah menakhodai MIN 1 Merangin. Momen ini begitu istimewa karena untuk pertama kalinya, empat generasi kepemimpinan madrasah berkumpul dalam satu barisan, berdiri tegak memberi hormat pada Sang Saka Merah Putih.
Sosok pertama yang menyita perhatian adalah Ibu Nurmala, S.Ag Beliau adalah Kepala MIN Bangko ke-3, Madrasah yang kini telah bertransformasi menjadi MIN 1 Merangin. Di masanya, Ibu Nurmala, S.Ag dikenal sebagai pemimpin perempuan yang tangguh dan visioner. Dengan kelembutan namun tegas, beliau meletakkan fondasi kedisiplinan dan budaya literasi yang hingga kini masih menjadi ruh madrasah. Kehadirannya di barisan upacara pagi itu seolah membawa kembali memori perjuangan awal membangun madrasah dari keterbatasan sarana menuju lembaga yang diperhitungkan.
Estafet kepemimpinan kemudian berlanjut ke tangan bapak H. Efendi, S.Ag Sebagai Kepala MIN 1 Merangin setelah era Ibu Nurmala, S.Ag beliau melanjutkan pembangunan dengan gaya kepemimpinan yang kolaboratif dan merangkul semua elemen. Di bawah komandonya, MIN 1 Merangin mulai dikenal luas karena prestasi akademik dan non-akademik yang melesat. Saat upacara berlangsung, bapak H. Efendi, S.Ag terlihat berbincang akrab dengan Ibu Nurmala, S.Ag sesekali tertawa mengenang masa-masa sulit namun penuh makna ketika mereka bahu-membahu membesarkan nama madrasah.
Gayung bersambut, tongkat kepemimpinan selanjutnya dipegang oleh Bapak Saidi Muzakkir, S.Pd.I sebagai Kepala MIN 1 Merangin ke-5. Beliau hadir dengan pembawaan tegas namun penuh inovasi. Era kepemimpinan Bapak Saidi Muzakkir, S.Pd.I ditandai dengan penguatan karakter dan digitalisasi pembelajaran. Banyak guru senior yang masih ingat betul bagaimana beliau mendorong setiap kelas memiliki pojok baca dan mading. Momen Hardiknas ini menjadi ruang baginya untuk bertukar gagasan dengan para pendahulunya, membuktikan bahwa regenerasi kepemimpinan di MIN 1 Merangin berjalan sehat dan saling menguatkan.
Melengkapi pertemuan empat orang hebat tersebut adalah sosok nakhoda MIN 1 Merangin saat ini, Bapak M. Zhaharil Fikri, S.Pd.I, M.Pd, yang menjabat sebagai Kepala Madrasah ke-6. Dengan latar belakang akademis yang kuat dan semangat muda, beliau membawa MIN 1 Merangin memasuki era kompetisi. Di tangannya, di harapkan madrasah terus menorehkan prestasi di tingkat provinsi hingga nasional, serta harapan besar aktif dalam program moderasi beragama dan transformasi digital Kemenag. Keempatnya berdiri sejajar saat menyanyikan lagu Indonesia Raya, menciptakan pemandangan yang menggetarkan bagi siapa pun yang menyaksikan.
Lebih dari sekadar seremoni, pertemuan empat pemimpin ini menjadi bukti hidup bahwa MIN 1 Merangin dibangun di atas estafet dedikasi dan pengabdian. Masing-masing memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda, namun satu visi yang sama: memajukan pendidikan madrasah dan melahirkan generasi Qur'ani yang cerdas. Ibu Nurmala dengan ketegasan keibuannya, Bapak H. Efendi dengan keluwesan rangkulannya, Bapak Saidi Muzakkir dengan ketegasan dan inovasinya, dan Bapak M. Zhaharil Fikri dengan energi modernnya, semuanya adalah kepingan sejarah yang menyusun kebesaran MIN 1 Merangin hari ini.
Para peserta upacara yang terdiri dari ASN Kemenag, guru, dan siswa, tidak menyia-nyiakan momen langka ini. Usai upacara, banyak yang meminta foto bersama keempat tokoh tersebut. Obrolan hangat, tawa lepas, dan pelukan erat mewarnai lapangan upacara. Mereka berbagi cerita, kilas balik perjuangan, hingga harapan untuk MIN 1 Merangin ke depan. Suasana kekeluargaan begitu kental, menghapus sekat antara pemimpin dan yang dipimpin, antara masa lalu dan masa kini.
Hardiknas 2 Mei 2026 di Kantor Kemenag Merangin akhirnya mencatat sejarah tersendiri. Upacara itu bukan hanya tentang baris-berbaris dan penghormatan bendera, tetapi tentang merawat ingatan, menyambung silaturrahim, dan meneguhkan komitmen. Empat orang hebat MIN 1 Merangin telah membuktikan bahwa pendidikan adalah estafet, dan setiap pemimpin adalah pelari yang harus menjaga api obor tetap menyala untuk diserahkan kepada generasi berikutnya. (IR)
|
128x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...