
Merangin, Humas MIN 1 Merangin: Aula ruang guru MIN 1 Merangin mendadak sunyi Kamis 2 April 2026, tepat pukul 11.00 WIB. Siswa dipulangkan lebih awal; tinggal guru dan kerabat yang menunggu momen pelepasan HJ. Usnita setelah 24 tahun mengabdi di MIN 1 Merangin.
Irman, S.Pd.I Humas Minsamer menata alur acara. Suaranya tenang, tapi matanya sesekali menatap ibu Usnita yang duduk di depan sederet dengan meja beliau. Kesan dan pesan pertama di persilahkan kepada ibu HJ. Usnita.
Di awal sambutan, mulai tampak raut kesedihan. Butir air mata jatuh sebelum ia sempat menyelesaikan kalimat pertama. Ia meminta maaf atas khilaf, menyebut angka 24 tahun bukan sekadar lama, melainkan rangkaian yang dimulai dari MAN Bangko lalu MIN 1 Merangin saja yang 24 tahun mengabdi, ungkapnya. Tentu banyak khilaf dan salah, saya mohon di maafkan, ungkap ibu Usnita.
Selanjutnya pembawa acara meminta sambutan salah satu guru, di wakili oleh ibu Nurmala, S.Ag. Beliau menyambut mikrofon dan bercerita bahwa ibu Usnita pernah menemaninya saat masih jadi kepala MIN Bangko. Beliau teman diskusi, penjaga arsip, dan sosok pekerja profesional. Beliau senior saya, ujarnya, dan beliau juga orang baik.
Selanjutnya bapak Ade Murja, S.Pd.I menambahkan cerita lain, ibu Usnita bukan hanya rekan kerja, beliau energi bejerka para guru, terutama saya sendiri, ungkap bapak Ade. Sosok ibu Usnita Sudah saya anggap orang tua sendiri, katanya, dengan suara tercekat, pipi basah.
Ketua Dharmawanita ibu Murniati, S.Pd.I memberi sambutan ketiga.Beliau terlihat susah mengeluarkan kata- kata, karena terharu bercampur sedih. Kata-kata terjebak di tenggorokan; ia menunduk, tarik napas, lalu memohon agar ibu HJ.Usnita rajin berkunjung ke MIN 1 Merangin. Isak tertahan, terdengar, aula kian hening. Beliau juga menyampaikan ucapan maaf atas kehilafan selama bergaul.
Kepala MIN 1 Merangin, bapak Saidi Muzakkir, S.Pd.I menutup rangkaian sambutan. Ia mendoakan ibu HJ. Usnita menikmati hari-hari panjang bersama suami, anak, cucu. Kita semua akan tiba di titik ini, pesannya, Bekerjalah hingga akhir masa purba tugas, terasa indah nantinya dan ringan karena ikhlasnya kita mengabdi pada bangsa ini" Ungkapnya. Beliau juga menambahkan, bahwa momen ini juga sekaligus kita Halal bi Halal, mari kita saling memaafkan, tambahnya lagi.
Acara di tutup doa, yang dipimpin bapak Muhammad Ridwan, S.Pd.I. Kepala tertunduk, semua mengangkat tangan, semoga purna tugas ibu usnita membawa barakah.
Acara di lanjutkan Pemberian cendera mata yang berlangsung sederhana dan di ahiri bersalam salaman dan foto bersama. Ibu Usnita menghapus air mata dengan punggung tangan, lalu memeluk rekan-rekan satu per satu, genggaman terakhir tanda pamit.
Aula perlahan kosong. Kursi bergeser, tapi kesan tetap: seorang bendahara pergi, menyisakan jejak pelayanan yang sulit dihapus buku kas mana pun. Beliau adalah sosok pegawai kementerian agama teladan (IR)
|
73x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...