
Humas : Ibu Murniati, S.Pd.I adalah salah satu guru senior MIN 1 Merangin yang penuh dengan pengalaman mengajar jenjang kelas satu. Sejak di angkat menjadi Pegawi Negeri Sipil (PNS) di lingkungan kementerian agama kabupaten merangin, banyak di percaya mengajar di kelas satu dan dua. Kedekatannya dengan murid dan mengajar penuh kasih sayang menjadikan beliau idola bagi siswa-siswanya.
Ibu Murniati, S.Pd.I mengawali karir mengajarnya pada tahun 2000 yang lalu. Sebagai pendidik yang kreatif dan inovatif, beliau sering menggunakan jam tambahan di luar dinas hanya untuk melakukan Les/ belajar tambahan, berupa baca tulis dan hitung bagi siswanya yang kesulitan belajar. Semua ia jalani bertahun tahun, dengan ikhlas dan tulus dengan satu harapan semua siswanya mampu dan menjadi paham akan materi yang di ajarkannya.
Pada tahun 2016 ia pernah juga di amanahkan sebagai guru kelas dua. Namun beliau tetap menjalani tugas dengan rasa senang dan bahagia, serta penuh tanggung jawab. Sehingga sosok guru yang rajin dan ulet ini menjadi primadona bagi wali murid yang ingin anaknya di asuh oleh ibu Murniati.
Kepada awak media Humas MIN 1 Merangin, beliau juga bercerita, “Saya terinspirasi Almarhum ayah saya, bapak almarhum Muhammad Salim, yang juga guru bagi keluarga kami. Sewaktu saya masih kecil dulu,†Ayah saya sering memberikan nasehat dan motivasi agar menjalani tugas harus dengan penuh tangggung jawab. Apapun amanah yang di emban, harus di jalani dengan baik dan penuh tanggung jawab ya nak, pesan orang tua saya kepada saya, ungkapnya.
Bagi Ibu Murniati, nasehat itu benar-benar suatu hal yang memotivasi hidupnya agar melaksanakan tugas dengan baik dan penuh tanggung jawab. Bagi saya. mencintai pekerjaan dengan baik itu sesuatu yang menyenangkan. Inilah yang membuat saya ingin menjadi seorang guru yang dekat pada siswa, dan saya menganggap siswa yang saya ajar adalah seperti anak saya sendiri. “Saya melihat ternyata profesi guru sangat menyenangkan. Kita bisa memposisikan diri sebagai orang tua, memposisikan sebagai teman, dan sebagai motivator bagi siswa kita, maka kita harus hadir dalam kehidupan siswa kita, tambahnya lagi.
“Bagi saya, menjadi guru sama dengan berkarya, karena setiap murid itu istimewa,†demikian ucap ibu Murniati, S.Pd.I terkait refleksinya dalam hal berbagi pengalaman menjadi guru. Tak dapat dipungkiri, tantangan pertama yang dihadapi Ibu Murniati awal mengajar di MIN Bangko (MIN 1 Merangin sekarang) adalah soal sarana dan prasarana. Awal mula berdiri MIN Bangko hanya terdiri dari tiga rombongan belajar. Seiring waktu, MIN Bangko kini menjelma menjadi MIN 1 Merangin yang siswanya terbanyak di provinsi jambi. Tahun ajaran 2023-2024 tercatat siswa MIN 1 Merangin berjumlah 866 siswa. Ya sekarang sarana prasananya cukup memadai di bawah kepemimpinan bapak Saidi Muzakkir, ujarnya.
Beliau juga berbagi pengalaman mengajar, dimasa awal berdiri madrasah “Saya bisa mengajar dengan peralatan sederhana, yang penting tujuan pembelajaran tetap tercapai. Juga ada pembuatan media ajar dari karton dan perkakas yang sudah tidak digunakan, maka saya gunakan alat bantu itu seadanya kala itu, ujarnya.
Kepada jurnalis Humas beliau menuturkan , mengajar itu memang harus kreatif, inovatif dan yang terpenting harus tangggung jawab. Karena bukan hanya gaji sebagai imbalannya, akan tetapi amal dan keberkahan hidup yang harus kita dapatkan. Amanah ini harus di jalani dengan tanggung jawab yang baik, karena Allah swt juga meminta pertanggung jawaban kepada kita atas amanah ini, tambahnya lagi. (Ir-Dal)
|
1478x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...